Rabu, 22 April 2026

Spain Masters 2021

Lawan Yulfira/Febby di Perempat Final Spain Masters 2021, Nita/Putri Harus Lebih Sabar & Siap Capek

Pasangan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah tantang Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani, di perempat final Spain Masters 2021.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Humas PBSI
Nita Violina Marwah/Putri Syaikah tantang Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani di perempat final Spain Masters 2021. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ganda putri bulu tangkis Indonesia dipastikan loloskan satu pasangan di Spain Masters 2021.

Hal itu terjadi, karena pasangan ganda putri Merah Putih bertemu di babak perempat final yang akan digelar pada Jumat (21/5/2021.

Dua pasangan Indonesia itu adalah Nita Violina Marwah/Putri Syaikah dan Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Kedua pasangan ganda putri itu merupakan satu pelatnas.

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah lolos ke perempat final usai menang atas atas pasangan asal Swedia, Johanna Magnusson/Clara Nistad, di babak pertama dengan skor 23-21 dan 21-14.

Sedangkan, Yulfira/Febby lolos ke babak perempatfinal, karena lawannya yang merupakan unggulan kedua asal Rusia, Anastasia Akchurina/Olga Morozova, terkonfirmasi positif Covid-19 dan mundur.

Bertanding di Palacio de Deportes Carolina Marín, Huelva, Nita/Putri sempat kesulitan di gim pertama.

Mereka sempat tertinggal 5-11 dan 15-19 sebelum menikung angka menjadi 23-21.

Baca juga: Ihsan Maulana Siap Bertarung Melawan Shesar Hiren Rhustavito pada Babak Pertama Spain Masters 2021

Baca juga: Shesar Hiren Rhustavito Persiapan Sudah Mantab, Siap Tampil di Spain Masters 2021

"Tadi gim pertama kami terlalu ikut tempo main lawan dan sempat tertekan juga. Beruntung kami bisa menikung," kata Putri dikutip dari badmintonindonesia.org.

"Di gim kedua, kami coba untuk mengubah permainan biar tidak terus tertekan. Lebih sabar untuk menurunkan bola, soalnya lawan hari ini juga tidak gampang mati dan mereka punya power yang kencang," ujar Putri.

Tidak bermain di babak pertama diakui Nita/Putri sedikit berpengaruh pada penampilan mereka hari ini.

"Ada sedikit pengaruh (tidak bermain di babak pertama) karena kami harus adaptasi dulu dengan kondisi lapangan. Tetapi kami tidak terlalu dipikirkan juga, yang penting kami coba fokus bermain semaksimal mungkin di lapangan," tutur Putri.

Menghadapi Yulfira/Febby di perempatfinal, Nita/Putri meyakini laga tidak akan mudah bagi mereka.

"Mereka pemain yang kuat dan tidak gampang mati. Jadi untuk besok kami harus lebih sabar dan siap capek," ucap Putri.

"Kalau evaluasi permainan hari ini sih masih banyak yang harus diperbaiki. Dari fokusnya dan safenya juga. Karena bola di sini juga agak berat jadi mesti lebih sabar. Semoga besok bisa lebih baik," tutup Putri.

Masuk Nominasi

Di sisi lain, Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF memasukkan Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto dalam nominasi ke dalam Dewan BWF periode tahun 2021-2025.

Bambang masuk nominasi bersama 31 orang lainnya.

Pria yang akrab dipanggil Rudy itu akan ditetapkan masuk ke dalam Dewan BWF melalui divoting dalam Rapat Umun Tahunan BWF yang digelar sore secara virtual pada Sabtu (22/5/2021) .

Rudy bersaing memperebutkan enam kursi di Dewan BWF sebagai perwakilan kontinental Asia.

Sebenarnya, Asia memiliki kuota 10 kursi dengan minimal tiga posisi adalah perempuan.

Dua dari 10 kursi itu sudah ditempati oleh Khun Ying Patama Leeswadtrakul dari Thailand yang terpilih secara aklamasi sebagai Wakil Presiden BWF dan Jassem Kanso asal Lebanon sebagai Wakil Presiden Kontinental Asia masa jabatan 2019-2023.

Dua kursi lain akan diperuntukkan untuk dua perempuan lain sehingga tersisa hanya enam kursi untuk diperebutkan.

Rudy yang saat ini juga menjabat sebagai Event Chair untuk Badminton Asia merasa terhormat bisa menjadi nominee Dewan BWF.

Baca juga: BWF Batalkan Singapura Open, Hafiz/Gloria Kemungkinan Gagal Ikuti Olimpiade Tokyo 2021

Baca juga: Saat HUT ke-70, PP PBSI Umumkan Kapal Api Group Sebagai Sponsor Pendamping Selama 4 Tahun ke Depan

Baca juga: Ketum PP PBSI Agung Firman Sampurna Kaget Peserta Lomba Logo HUT PBSI Ke-70 Sampai 650 Peserta

"Saya merasa terhormat bisa mewakili Indonesia sebagai calon Dewan BWF. Setelah Pak Rudy Hartono, Pak Justian (Suhandinata), dan Pak Anton (Subowo) yang sekarang memimpin Badminton Asia, memang Indonesia tidak punya lagi Dewan BWF," ujar Rudy.

Rudy berujar bahwa penting bagi Indonesia untuk masuk ke dalam anggota Dewan BWF.

"Sebagai negara besar di dunia bulu tangkis, sangat penting bagi Indonesia mempunyai perwakilan di BWF," ujar Rudy.

"Jadi, kami bisa mempunyai suara dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Ini juga sejalan dengan visi dan misi PBSI yang ingin ikut berperan aktif dalam memajukan olahraga yang sudah menjadi kebanggaan dan harga diri bangsa yaitu bulu tangkis," tutur Rudy.

Bila terpilih, Rudy yang saat ini tengah bertugas di Jepang sebagai Deputy Sport Manager Event Badminton untuk Olimpiade Tokyo 2020 itu menegaskan bahwa dirinya akan fokus di peningkatan popularitas bulu tangkis dan kesejahteraan atlet.

"Bila terpilih, saya akan fokus kepada peningkatan popularitas olahraga ini. Saya ingin lebih banyak negara bermain bulu tangkis," tegas Rudy.

"Peningkatan dari level terbawah wajib dilakukan. Kita punya turnamen yang menjadi barometer dan kiblat turnamen-turnamen lain, Indonesia Terbuka. Dari sanalah saya berpatokan dan yakin olahraga ini bisa menjadi industri dan lebih populer," jelas Rudy.

"Selain itu, meningkatkan kesejahteraan atlet juga akan menjadi fokus program saya. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan mereka lewat prize money dan sebagainya. Ini akan bagus untuk karir mereka," kata pria kelahiran 3 Januari 1967 itu.

Rapat Umum Tahunan BWF tahun 2021 memiliki tiga agenda penting.

Selain pemilihan Dewan dan pengesahan Presiden BWF, Wakil Presiden BWF, dan Wakil Presiden Para Badminton, ada juga voting penggunaan skor 5x11.

Sebagai informasi, Presiden BWF, Wakil Presiden BWF dan Wakil Presiden Para Badminton sudah terpilih secara aklamasi.

Mereka adalah Poul-Erik Hoyer (Denmark), Khun Ying Patama Leeswadtrakul (Thailand), dan Paul Kurzo (Swiss).

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved