Bawa Surat Hasil Swab Tes Antigen Palsu, Niat Tujuh Pemuda Liburan ke Kepulauan Seribu Pupus Sudah

“Jadi ada perbedaan isi dari surat keterangan palsu itu. Kalau diperhatikan ada sesuatu yang ditutup, ketika ditutup akan membekas,

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap tujuh pemuda pemalsu hasil pemeriksaan swab test antigen Covid-19 di Pelabuhan Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (19/5/2021). Dalam press release di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (21/5/2021), terungkap para pelaku nekat membuat hasil swab test antigen Covid-19 palsu demi bisa melancong ke Kepulauan Seribu  

WARTAKOTALIVE.COM, KEPULAUAN SERIBU --- Palsukan surat hasil pemeriksaan swab test antigen, tujuh pemuda gigit jari.

Tak ayal rencana liburan ke Kepulauan Seribu pupus sudah.

Malahan kini mereka harus meringkuk di balik jeruji besi.

Tujuh orang pemuda tersebut yakni JA, MRL, NA, MR, AH, SM, SD ditangkap jajaran Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan swab test antigen palsu itu digunakan mereka untuk bisa berlibur ke Kepulauan Seribu.

“Kami mengamankan tujuh orang, enam calon penumpang yang kedapatan membawa surat hasil swab palsu dan satu orang yang membuat surat keterangan bebas Covid-19 palsu tersebut,” ujar Kholis, Jumat (21/5/2021).

Peristiwa itu terungkap pada Rabu (19/5) ketika mereka hendak berangkat ke Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan saat itu petugas mencurigai surat hasil pemeriksaan swab test antigen yang dibawa pelaku lain dari biasanya.

“Jadi ada perbedaan isi dari surat keterangan palsu itu. Kalau diperhatikan ada sesuatu yang ditutup, ketika ditutup akan membekas, ada seperti garis hitam dan itu terjadi pada surat seperti bekas fotocopy atau scan,” ucapnya.

Ketujuh pemuda yang masih satu angkatan dari sebuah sekolah itu pun diamankan untuk proses interogasi.

Hasilnya diketahui surat palsu tersebut dibuat oleh salah satu di antara mereka yakni JA.

“Hasil interogasi tersangka, JA buatnya dengan cara scan surat keterangan yang pernah dibuat JA pada 10 april di sebuah apotik di Bogor, Jawa Barat,” ucapnya.

Hal itu dilakukan JA dengan menggunakan laptop dan printer di rumahnya.

Setelah itu identitasnya diganti dengan nama-nama dari para pelaku lainnya agar bisa berlibur.

“Kami juga konfirmasi ke dokter yang tanggung jawab surat itu dan memang betul tersangka JA pernah swab tes antigen. Namun pada 17 mei tidak ada ketersngan dari ketujuh nama itu,” ujar David.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka malas mengurus surat hasil bebas Covid-19 yang saat ini menjadi syarat melakukan perjalanan.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved