VIDEO Penjelasan BMKG Mengenai Fenomena Gelombang Panas yang Disebut Akan Melanda Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena ini dikenal dengan heatwave.

Editor: Murtopo

WARTAKOTALIVE.COM -- Sebuah pesan yang menginformasikan bahwa Indonesia, Malaysia dan sejumlah negara lain mengalami gelombang panas beredar luas di aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena ini dikenal dengan heatwave.

BMKG menyebut fenomena ini tidak terjadi di Indonesia lantaran secara geografis memiliki karakteristik dinamika atmosfer yang berbeda sehingga variabilitas perubahan cuaca yang cepat.

Pesan yang beredar di WhatsApp dan media sosial itu berbunyi:

"Buat saudara ku yang baik

Siapkan diri menghadapi

Gelombang Panas

AWAS..!!!!! GELOMBANG PANAS KINI MELANDA NEGARA KITA ... ," bunyi potongan pesan tersebut.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Kamis 20 Mei 2021: Hujan Lebat dan Angin Kencang di sebagian Wilayah Indonesia

Baca juga: Isu Fenomena Gelombang Panas Melanda Indonesia Beredar di Grup WhatsApp, Berikut Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Rangga Perampok yang Juga Rudapaksa ABG di Bekasi Akhirnya Ditangkap Polisi di Bogor

Kepala Sub Bidang Siklon Tropis BMKG, Miming Saepudin memberikan penjelasannya mengenai gelombang panas.

Miming menjelaskan, menurut Organanisasi Meteorologi Dunia (WMO), gelombang panas atau dikenal dengan heatwave merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut.

Adapun dalam jangka tersebut suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5 derajat celcius atau lebih.

"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika," ungkap Miming kepada Tribunnews.com melalui keterangan tertulis, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: VIDEO Polisi Tangkap 8 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Warga Kemayoran, 4 Orang Masih Belia

Secara dinamika atmosfer, lanjutnya, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas.

Seperti misalnya ada sistem tekanan tinggi dalam skala yang luas dan terjadi cukup lama.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved