Breaking News:

Sidang John Kei

TOK! Dua Anak Buah John Kei Divonis 13 dan 14 Tahun Penjara, Terbukti Terlibat Pembunuhan Berencana

Terlibat pembunuhan berencana, Bukon Koko Bukubun dan Yeremias Farfarhukubun, anak buah John Kei divonis bersalah dan divonis 13 dan 14 tahun penjara.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Terlibat pembunuhan berencana, Bukon Koko Bukubun dan Yeremias Farfarhukubun, anak buah John Kei divonis bersalah berujung vonis 13 dan 14 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Eko Aryanto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (20/5/2021). 

Ia dituntut Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana terhadap Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Minta Dibebaskan

Terdakwa pembunuhan John Kei minta dibebaskan oleh Majelis Hakim.

Ia berharap pembebasannya  akan menghapus stigma negatif orang Indonesia bagian timur.

Hal itu disampaikan John Kei saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (18/5/2021).

Dalam pledoinya, John Kei tidak mengakui tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut telah terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin.

Sebab kata John Kei, sejak masuk bui tahun 2012 lalu, ia sudah bertobat dan tidak lagi memilih jalan kekerasan.

"Kiranya Yang Mulia dapat memberikan saya kesempatan untuk meneruskan niat pelayanan dan pertobatan saya," ujar John Kei.

Apabila bebas, ia juga berjanji akan membawa serta rekan-rekannya untuk bertobat dan menjauhi jalan kekerasan.

Khususnya kata John Kei, teman-temannya dari Indonesia bagian timur yang masih terjebak dalam dunia kejahatan akan dapat ikut bertobat dengannya.

John Kei juga mengatakan bahwa bebasnya ia juga dapat membuat stigma negatif orang dari Indonesia bagian timur berubah.

"Setidak-tidaknya saya dapat memperbaiki stigma rasisme masyarakat Indonesia yang masih beranggapan bahwa orang timur adalah penjahat hanya karena kulit gelap dan rambut ikal, sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaaan yang lebih baik dan lebih layak," terang John Kei.

Maka dari itu John Kei berharap mendapatkan kebenaran dan keadilan atas peradilan ini.

Ia bersikeras merasa tidak bersalah atas tuduhan tindak pidana yang ditujukan kepada.

"Saya masih ada harapan pada peradilan ini, saya masih ada harapan pada Majelis Hakim Yang Mulia, para Wakil Tuhan, penentu kebenaran, penjunjung tinggi keadilan yang paling mutlak," tandasnya sambil mengutip doa nabi Daud.

Diketahui terdakwa John Kei dituntut pidana 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ia dianggap terbukti dalam merencanakan pembunuhan yang membuat seseorang alami luka-luka.

Tuntutan itu dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Dalam tuntutannya, JPU lebih banyak memakai berita acara pemeriksaan (BAP).

Atas hal tersebut, ia dikenakan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

John Kei dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka ajukan pidana kepada John Kei 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

John Kei Kutip Kata-kata Ahok

Dalam pledoi, terdakwa pembunuhan John Kei mengutip kata-kata Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang sempat juga jalani persidangan.

Pledoi itu disampaikan John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (18/5/2021).

Di dalam pledoinya, John Kei mengungkapkan kekecewaannya akan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya bersalah atas tewasnya Yustus Corwing.

John Kei kecewa dituntut 18 tahun penjara atas kasus tersebut.

Ia menyebut bahwa tuntutan itu ialah sebuah kezaliman yang dilakukan JPU terhadapnya.

Menurutnya, tuntutan itu tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Sebab John Kei merasa justru ia yang dizalimi oleh Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

"Saya ditipu oleh anak buah saya sendiri, Agrapinus Rumatora, kemudian dia fitnah bahwa saya menyerang rumah kontrakan yang dia sewa secara susah payah," jelas John Kei.

Maka dari itu John Kei, mendoakan para JPU agar mereka tidak termakan sumpah jabatan dan karma.

Ia pun mengutip kata-kata Ahok.

Di mana saat persidangan, Ahok juga mengingatkan JPU tentang akibat dari zalim terhadap terdakwa.

“Mengutip kata – kata Ahok. Dan percayalah, wahai Jaksa Penuntut Umum, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Esa, dan saya akan buktikan satu per satu dipermalukan nanti," terangnya mengutip kata Ahok.

Namun begitu, John Kei masih berharap JPU yang jujur pada hati nuraninya, akan sependapat dengannya.

Dimana menurutnya tidak masuk akal bila ia melakukan tindakan yang didakwakan, padahal ia baru saja mendapatkan Pembebasan Bersyarat.

"Saya keturunan Kesatria, bila iya, maka akan saya katakan iya, namun bila tidak, maka saya akan katakan tidak. Kehormatan saya dan para pendahulu saya dapat dibuktikan dari kata-kata saya," ujarnya.

Sebelumnya terdakwa John Kei dituntut pidana 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ia dianggap terbukti dalam merencanakan pembunuhan yang membuat seseorang alami luka-luka.

Tuntutan itu dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Dalam tuntutannya, JPU lebih banyak memakai berita acara pemeriksaan (BAP).

John Kei dikenakan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

John Kei dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka ajukan pidana kepada John Kei 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Saya Bukan Pembunuh

Jaksa Penuntut Umum (JPU) tuntut hukuman untuk John Kei 18 tahun penjara.

Diketahui, JPU tuntut John Kei 18 tahun penjara karena terbukti merencanakan pembunuhan, hingga membuat seseorang mengalami luka-luka.

JPU bacakan tuntutan untuk John Kei dibacakan langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (11/5/2021).

Dalam tuntutan untuk John Kei, JPU lebih banyak memakai berita acara pemeriksaan (BAP).

Untuk keterangan John Kei mengaku sebagian isi BAP berbeda dengan kenyatanannya, JPU mempermasalahkan karena pihak terdakwa tidak mengajukan proses pra peradilan.

Atas hal tersebut, John Kei didakwa pasal yang sama dengan rekan-rekannya yang lain.

John Kei dikenakan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

Maka dari itu atas perbuatannya John Kei dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka ajukan pidana kepada John Kei 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Seperti para terdakwa lainnya, John Kei diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan pledoi pada Senin (17/5/2021) mendatang.

Dalam kesempatannya berbicara, John Kei mengaku menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukumnya dan Tuhan.

"Saya serahkan semuanya kepada kuasa hukum saya dan Tuhan. Karena saya bukan pembunuh," terangnya.

Tidak seperti sidang Daniel Farfar, sidang John Kei cukup tenang. Usai tuntutan majelis hakim dibacakan, peserta sidang cukup tenang dan membubarkan diri.

JPU pun langsung keluar ruang sidang dengan pengawalan ketat kepolisian.

Diketahui sebelumnya John Kei didakwa pasal berlapis oleh JPU Kajaksaan Negeri Jakarta Barat.

Ia didakwa Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kemudian pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan.

Dakwaan ketiga, Pasal 170 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia.

Keempat, Pasal 351 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto pasal 55 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan.

Kelima, Pasal 2 ayat 1 UU darurat RI 1951 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Namun demikian, dalam proses persidangan, John menampik dakwaan JPU.

Ia menolak terkait dengan matinya anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Alibinya, John Kei hanya memberi kuasa kepada Daniel Farfar untuk menagih hutang terhadap Nus Kei.

Ia menolak telah memerintahkan pembunuhan berencana atau penyerangan terhadap anak buah Nus Kei.

John Kei Ngamuk Hingga Diusir Polisi dari Ruang Sidang

Daniel Farfar, Kuasa hukum John Kei yang didakwa terlibat dalam pembunuhan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dituntut 18 tahun penjara.

Tuntutan itu pun memicu kegaduhan hingga akhirnya sidang diskors Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Selasa (11/5/2021).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Daniel Farfar bersalah dan terbukti melakukan perencanaan secara bersama-sama hingga hilangkan nyawa orang.

Maka dari itu Daniel Farfar dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

Maka dari itu atas perbuatannya Daniel Farfar dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka diajukan pidana kepada Daniel Farfar 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Usai tuntutan itu, majelis hakim menskors persidangan. Sebelum diskors, majelis mempersilakan Daniel Farfar untuk memberikan pledoi atau pembelaan pada Senin (17/5/2021) mendatang.

Setelah majelis membubarkan diri, persidangan pun mulai riuh.

Para pendukung John Kei geram kepada JPU yang dianggap tidak adil.

"Eee bagaimana ini jaksanya tidak adil woy," bentak para pendukung John Kei.

Aparat kepolisian pun langsung meringsek masuk ke persidangan membubarkan penonton sidang.

Sambil berlalu, para peserta sidang tetap marah-marah ke luar ruang persidangan.

Selain di tribun persidangan, keributan juga terjadi di meja kuasa hukum. Beberapa kuasa hukum tidak terima dengan tuntutan tersebut.

"Jaksa zalim. Sekalian saja dihukum mati terdakwa. Terdakwa itu punya anak, kepala rumah tangga," ujar seorang kuasa hukum dengan nada tinggi.

Diketahui sebelumnya Daniel Farfar didakwa pasal berlapis oleh JPU Kajaksaan Negeri Jakarta Barat.

Ia didakwa Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kemudian pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan.

Dakwaan ketiga, Pasal 170 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia.

Keempat, Pasal 351 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto pasal 55 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan. Kelima, Pasal 2 ayat 1 UU darurat RI 1951 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Namun demikian, dalam proses persidangan, Daniel menampik dakwaan JPU.

Ia menolak terkait dengan matinya anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Alibinya, Daniel mengaku hanya memberi kuasa kepada anak buahnya untuk menagih hutang Nus Kei sebesar Rp 2 Miliar kepada John Kei.

Ia menolak telah memerintahkan pembunuhan berencana atau penyerangan terhadap anak buah Nus Kei.

Tak Pernah Niat Bunuh Nus Kei

Terdakwa pembunuhan John Kei menampik telah berencana membunuh Nus Kei.

Alasannya karena Nus Kei adalah orang kepercayaannya saat ia ditahan di Nusakambangan.

Hal itu diungkapkan John Kei saat menjadi saksi mahkota di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (6/5/2021).

Menurut John Kei, meski Nus Kei pernah menghinanya hingga harga dirinya jatuh, John Kei tidak pernah berniat untuk membalas.

"Saya enggak bales, karena dia itu anak buah saya, seorang yang paling saya percaya saat saya di Nusakambangan."

"Dia yang menggantikan adik saya Tito Refra saat dia meninggal," jelas John Kei kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bahkan kata John Kei, ia pernah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membalas perbuatan Nus Kei.

John Kei mengatakan bahwa Nus Kei dibawanya ke Jakarta dari Ambon sekira tahun 1997.

Saat itu Nus Kei, tinggal di rumah John Kei. Nus Kei juga dibelikan sepatu celana dan baju oleh John Kei.

Bahkan kata John Kei, Nus Kei sempat diberikan uang bulanan untuk menyewa kontrakan.

Dari lamanya sejarah dengan Nus Kei itulah John Kei mengaku sempat melakukan upaya mediasi berkali-kali dengan Nus Kei saat konflik utang Rp 1 miliar terjadi.

Namun saat itu upaya mediasi gagal, alasannya karena Nus Kei tidak mau datang ke rumah John Kei

Nus Kei hanya berjanji akan membayar utang Rp 1 miliarnya dengan nominal uang Rp 2 Miliar.

Namun meski begitu, John Kei bersikeras bahwa ia tidak pernah berencana menyerang atau membunuh Nus Kei.

Bahkan sampai saat ini, ia meminta anak-anaknya untuk tidak dendam dengan Nus Kei.

"Saya bilang ke anak-anak saya. Sudah Kei Papa sayang kamu, ampuni saja mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat, biarin saja mereka," bebernya.

John kei Menyesali Kematian Anak Buah Nus Kei

Persidangan kasus pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) menghadirkan John Kei sebagai terdakwa.

John Kei mengaku menyesal atas tewasnya Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin.

Terlebih Erwin diungkapkannya merupakan saudaranya sendiri.

John Kei mengatakan, ia langsung menghubungi kuasa hukumnya Daniel Farfar usai terima informasi dari televisi tentang kediaman Nus Kei dan anak buah Nus Kei yang diserang.

Daniel datang ke rumah John Kei di Titian, Bekasi, Jawa Barat.

Di sana John Kei menanyakan terkait kematian Erwin.

"Daniel datang, saya ngomong apa masalah yang terjadi hingga Erwin meninggal. Tapi baru mau tanya, belum sempat nanya sudah ada dar-dor, dar-dor (penembakan)," ujarnya John Kei dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Kamis (6/5/2021).

Dalam persidangan, John Kei mengaku disekap bersama anak buahnya oleh pihak Kepolisian usai pembunuhan Erwin. 

Ia juga mengaku bahwa anaknya dilibatkan oleh polisi dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Anaknya ditahan selama tiga hari di Polda Metro Jaya.

Padahal kata John Kei, anaknya hanya mahasiswa biasa.

Hal itulah yang membuat John Kei mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Oleh polisi anak saya digebukin, ditangkap, dianiaya, dia enggak bersalah, maka saya tanda tangan saja biar anak saya pulang," jelasnya.

Meski merasa tidak terlibat dalam pembunuhan Erwin, John Kei tetap merasa menyesal dengan kematian adik sepupunya itu.

"Pertama saya menyesal akan kejadian ini, dan saya menyesal, saya juga marah ke lawyer kenapa begini," ungkap John kei.

"Lawyer pun mengaku nggak tahu, karena ini masalah anak-anak di lapangan. Pada intinya saya menyesal karena yang mati saudara saya," tandasnya.

Diketahui John Kei didakwa pasar berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Salah satu pasal yang didakwakan ialah Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Ia diduga terkait dengan tewasnya anak buah Nus Kei di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020) lalu.

(Wartakotalive.com/M24)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved