Breaking News:

Otomotif

Terkait Masalah Ignition Coil, Royal Enfield Recall Tiga Varian Sepeda Motor

Royal Enfield menemukan adanya isu mekanis pada suku cadang yang digunakan pada beberapa model sepeda motor model Classic, Bullet dan Meteor 350.

Editor: Ichwan Chasani
Kompas.com/Gilang
Royal Enfield Meteor 350. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Royal Enfield melakukan penarikan kembali (recall) sepeda motor model Classic, Bullet dan Meteor 350 di kawasan Asia Pasifik.

Recall dilakukan terhadap hampir 190 unit sepeda motor. Dari jumlah tersebut, perusahaan akan menarik sepeda motor Meteor yang diproduksi dan dijual antara Desember 2020 dan April 2021, serta Bullet dan Classic yang diproduksi dan dijual antara Januari dan April 2021.

Royal Enfield menemukan adanya isu mekanis pada suku cadang yang digunakan pada beberapa model sepeda motor di atas.

Isu tersebut ditemukan pada bagian ignition coil yang dapat menyebabkan misfiring, penurunan performa kendaraan dan dalam kasus yang sangat jarang terjadi, korsleting listrik.

Sebagai informasi, ignition coil adalah sistem yang berfungsi untuk mengubah tegangan primer dari baterai kendaraan bemotor menjadi tegangan sekunder sebesar 15000 - 30000 volt yang cukup kuat untuk membantu pengapian motor.

Isu tersebut ditemukan ketika perusahaan melakukan pengujian internal rutin.

"Sumber masalah telah diidentifikasi dengan jelas dan hanya berkisar pada kumpulan material tertentu yang bersumber dari pemasok eksternal kami pada periode Desember 2020 dan April 2021," ungkap Royal Enfild dalam keterangan resminya, dikutip dari Tribunnews, Kamis (20/5/2021).

Unit sepeda motor yang masuk ke daftar recall akan menjalani pemeriksaan dan jika memang ditemukan adanya isu mekanis, maka akan diberikan penggantian suku cadang.

"Kami memperkirakan bahwa hanya kurang dari 10 persen dari total sepeda motor ini akan memerlukan penggantian suku cadang," terang Royal Enfield. 

Recall akan berlaku untuk sepeda motor model Meteor, Classic, dan Bullet yang dipasarkan di India, Thailand, Indonesia, Filipina, Australia dan Malaysia, dalam periode waktu yang disebutkan di atas.

Distributor Royal Enfield Asia Pasifik dan/atau dealer lokal akan menghubungi masing-masing pemilik kendaraan yang memiliki sepeda motor dengan nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) dalam periode produksi yang disebutkan di atas.

Pemilik kendaraan juga dapat secara proaktif menghubungi outlet Royal Enfield terdekat. 

"Kami ingin menegaskan kembali bahwa Royal Enfield memiliki protokol pengadaan material yang sangat ketat dan bahwa semua sepeda motor kami telah diuji secara ketat untuk standar validasi kualitas dan daya tahan global," imbuhnya dalam keterangan resmi. (Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved