Kasus Rizieq Shihab

Rizieq Shihab: Kasus Hanya Pelanggaran Prokes, tapi Saya Diperlakukan Seperti Tahanan Teroris

Mulanya Rizieq Shihab menceritakan, pada Desember 2020, Polda Metro Jaya mengumumkan dirinya dinyatakan sebagai tersangka.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Jeprima
Kata Rizieq Shihab, selama menjalani tahanan sementara pada satu bulan pertama, dia diisolasi total sendirian dalam sel yang tiap hari digembok selama 24 jam. 

Oleh karena itu, ia meyakini kasus yang menjeratnya bukan sekadar persoalan pelanggaran protokol kesehatan.

Baca juga: 67 Pemudik dari Sumatera Reaktif Covid-19, 400 Ribu Orang Belum Menyeberang ke Jawa

"Sehingga, ketiga kasus hukum yang saya hadapi tersebut hanya dijadikan sekadar alat justifikasi, dengan menunggangi polisi dan jaksa penuntut umum dalam rangka balas dendam politik," tudingnya.

Sebut Nama Jokowi, Rafi Ahmad, Hingga Sandiaga Uno

Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab menyinggung nama Presiden Jokowi hingga Raffi Ahmad, saat membacakan pleidoi, atas perkara pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu membandingkan perkara yang menjerat dirinya dengan para pejabat dan tokoh di Indonesia yang tidak ditindak pidana.

"Andaikata benar pendapat jaksa penuntut umum (JPU) bahwa pelanggaran prokes adalah kejahatan prokes."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 7, Sumatera Mendominasi

"Maka berarti para pelanggar prokes di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali, semuanya adalah penjahat."

"Termasuk semua tokoh nasional, mulai dari artis hingga pejabat, termasuk menteri dan Presiden," tutur Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Lantas, Rizieq Shihab memerinci beberapa nama tokoh yang dianggapnya telah melanggar protokol kesehatan namun tidak dipidana.

Baca juga: 3 Anak Buah Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri ke TNI, Berperan Pantau Aparat Hingga Cari Logistik

Pertama, kata Rizieq, kasus anak dan menantu Jokowi saat Pilkada 2020 di Solo dan Medan, yang menurutnya telah melakukan belasan kali pelanggaran prokes atau dalam istilah JPU disebut kejahatan prokes.

Kedua, kegiatan anggota Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) Habib Luthfi Yahya di Pekalongan, yang sejak awal pandemi selama berbulan-bulan di setiap malam Jumat Kliwon, menggelar pengajian rutin yang dihadiri ribuan massa tanpa jaga jarak dan tanpa masker.

"Bahkan sempat membuat pernyataan kontroversial di hadapan ribuan massa untuk mengabaikan dan tidak peduli wabah Corona."

Baca juga: Belum Diterjunkan Hadapi KKB Papua, Densus 88 Masih Fokus Selesaikan Kasus Munarman Cs

"Ini merupakan pelanggaran prokes yang dalam istilah JPU disebut kejahatan prokes," sebut Rizieq.

Ketiga, kegiatan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Raffi Ahmad, usai menghadiri pesta ulang tahun pengusaha dan pembalap Ricardo Gelael pada 13 Januari 2021, yang ia nilai menggelar kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved