Pensiunan Garuda Indonesia Bersikukuh Tolak Restrukturisasi Jiwasraya
FPGIKJ menceritakan Jiwasraya menawarkan beberapa opsi dengan deadline pada bulan Mei 2021.
Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Mohamad Yusuf
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Forum Purna Bhakti Garuda Indonesia Korban Jiwasraya (FPGIKJ) mempertanyakan validitas statement dari Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya.
Klaim itu bahwa banyak pensiunan BUMN yang bersedia dilakukan restrukturisasi terhadap polis anuitas dana pensiun dan juga dinyatakan Garuda Indonesia setuju terkait restrukturisasi pensiunan.
Dewan Ketua FPGIKJ Syahrul Tahir menyatakan bahwa apa yang disampaikan tersebut tidaklah benar dan diduga memutarbalikkan fakta.
Baca juga: BIKIN MALU! Camat Purwosari Minta THR ke Desa, Dipergoki Bupati Kediri, Temukan Rp15 Juta
Baca juga: Viral Video Pemuda Ketiduran Salat Idul Fitri, saat Bangun Kebingungan, Jemaah Sudah Bubar
Baca juga: Israel Serang Palestina, Akun Instagram Gal Gadot Diserbu Netizen, hingga Matikan Kolom Komentar
“Kami pensiunan Garuda Indonesia konsisten menolak restrukturisasi Jiwasraya dan telah disampaikan ke stakeholder lembaga negara dan pemerintah yang berkepentingan,” ujar Tahir, melalui keterangan pers, Kamis (20/5/2021).
“Dan disini kami juga minta bukti yang valid, pensiunan Garuda Indonesia mana yang menyetujui restrukturisasi Jiwasraya,” katanya.
FPGIKJ menceritakan Jiwasraya menawarkan beberapa opsi dengan deadline pada bulan Mei 2021.
Apabila pensiunan tidak memilih salah satu opsi, maka tidak akan ada pembayaran lagi bulan depan.
Pensiunan Garuda Indonesia juga telah membuat format yang berbeda untuk menyelamatkan hak pensiunan (Safety Net) dengan pemilihan opsi dengan syarat dapat diubah di kemudian hari.
Tentunya apabila ada keputusan lain yang lebih patut serta tidak melanggar ketentuan UU yang akan disetujui dari Pemerintah.
Selain itu juga berhak mengajukan upaya hukum kepada Jiwasraya atau IFG life apabila terjadi perubahan kebijakan pemerintah, pemegang saham pengendali Jiwasraya atau IFG life.
Hal senada disampaikan Forum Pensiunan BUMN Nasabah Jiwasraya (FPBNJ) terkait pernyataan sejumlah pensiunan BUMN yang disebut setuju skema restrukturisasi polis Jiwasraya tidak benar.
Syahrul Tahir yang juga menjabat Ketua FPBNJ mengatakan bahwa forum pensiunan BUMN sudah deklarasi dan menyatakan sikap menolak restrukturisasi Jiwasraya.
“Kita (FPBNJ) secara resmi sudah melakukan deklarasi yang sudah ditandatangani beberapa pejabat BUMN yang sudah purna bhakti, dan pensiunan BUMN ini dengan tegas menolak restrukturisasi jiwasraya,” ucap Syahrul.
FPBNJ juga dengan tegas meminta tiga opsi polis anuitas dana pensiunan BUMN yang menyebutkan akan dilakukan pemotongan yang bervariasi hingga mencapai 74 persen untuk dibatalkan.
Baca juga: Perang Semakin Memanas,Ini Awal dan Sejarah Konflik Palestina - Israel, Hitler dan Inggris Terkait
Baca juga: Pemandu Lagu Beranak 6 Meninggal di Kamar Kos Saat Sahur, Kerap Didatangi Tamu Laki-laki
Baca juga: Dukun Cabuli Satu Keluarga di Bandar Lampung, Pakai Modus Ritual Mandi Hilangkan Aura Negatif
Sebelumnya Ketua Tim Solusi Jangka Menengah Restrukturisasi Polis Jiwasraya Angger P. Yuwono mengungkapkan sudah banyak pensiunan BUMN yang bersedia restrukturisasi, salah satunya dari PT Garuda Indonesia.
"Garuda sudah setuju restrukturisasi baik pegawai yang aktif dan pensiunan," kata pria yang juga jadi Direktur Teknik Jiwasraya, Rabu (19/5/2021).
Selain itu akan ada tiga BUMN besar menyetujui program restrukturisasi ini untuk para pegawai aktif dan pensiunannya. Kabar yang beredar ketiga BUMN itu PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, dan PT Timah Indonesia Tbk (Persero).
"Kami optimistis seluruh BUMN akan setuju restrukturisasi, baik polis untuk pegawai aktif dan para pensiunan," katanya. (jhs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jiwasraya-dead.jpg)