Larangan Mudik

Kemenhub Ungkap Pergerakan Penumpang Setelah Berakhirnya Larangan Mudik Lebaran Meningkat

Pergerakan penumpang di semua moda transportasi umum, setelah berakhirnya larangan mudik Lebaran 17 Mei 2021 hingga saat ini kian meningkat.

Editor: Valentino Verry
Instagram @aditairawati
Adita Irawati, Juru Bicara Kemenhub, mengatakan pergerakan penumpang di semua moda transportasi umum, setelah berakhirnya larangan mudik Lebaran 17 Mei 2021 justru kian meningkat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pergerakan penumpang di semua moda transportasi umum, setelah berakhirnya larangan mudik Lebaran 17 Mei 2021 hingga saat ini mencapai 279.000 orang.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menyebutkan, jumlah tersebut meningkat 190 persen dibandingkan pada akhir larangan mudik yaitu 17 Mei 2021 yang hanya 95.000 orang.

Naiknya jumlah pergerakan penumpang ini, lanjut Adita, dikarenakan transportasi umum pada masa pengetatan perjalanan yaitu 18-24 Mei 2021 tidak lagi membutuhkan dokumen perjalanan bagi yang dikecualikan.

Baca juga: Antisipasi Pergerakan Masyarakat ke Jakarta, Kemenhub Siapkan 11 Titik Rapid Antigen untuk Pemotor

"Meski ada lonjakan penumpang pada masa pengetatan perjalanan, tetapi protokol kesehatan di setiap simpul transportasi berjalan dengan lancar," kata Adit, Kamis (20/5/2021).

Selain itu, Adita juga menjelaskan, pada masa pengetatan perjalanan ini aturan untuk calon penumpang transportasi umum masih mengacu pada Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 No 13.

Dalam Addendum tersebut, pelaku perjalanan diwajibkan menunjukan hasil tes negatif Covid-19 yang berlaku 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: Larangan Mudik 6-17 Mei, Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat selama Operasi Ketupat 2021

Sebelumnya, dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan orang setelah larangan mudik Lebaran, Kemenhub menyiapkan 11 titik rapid test antigen untuk para pelaku perjalanan yang menggunakan sepeda motor, sebagai antisipasi pergerakan masyarakat setelah larangan mudik Lebaran 2021.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, mengatakan ada 11 titik rapid test antigen untuk para pengemudi sepeda motor yang menuju Jakarta dari wilayah lain.

"Hal ini untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat dari luar wilayah Jakarta, selepas larangan mudik Lebaran yang berakhir pada 17 Mei 2021," kata Budi.
Budi juga mengungkapkan, upaya ini juga sebagai langkah dalam memperketat pergerakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan lintas wilayah.

"Kami tentunya berupaya agar masyrakat yang kembali ke daerah asal atau yang melakukan perjalanan lintas wilayah, dalam keadaan sehat tidak terpapar Covid-19," ucap Budi.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Peningkatan Pergerakan Masyarakat Meningkat Pasca Lebaran

Maka dari itu, lanjut Budi, Kemenhub akan melakukan rapid test antigen untuk para pengemudi sepeda motor di semua pintu masuk wilayah Jakarta.
Berikut 11 titik rapid test antigen untuk para pelaku perjalan menggunakan sepeda motor:

Budi menuturkan secara keseluruhan ada 11 titik di Jawa Barat yang didirikan posko pemeriksaan yakni, di antaranya:

1. Posko Nagreg : lingkar Nagreg barat

2. Posko Cileunyi : exit tol Cileunyi

3. Posko Cikopo : Cikopo

4. Posko Cirebon : exit tol Ciperna

5. Posko Karawang : Tanjung Pura

Baca juga: Kemenhub Kurangi Operasional Angkutan Penyeberangan karena Jumlah Penumpang Turun Jelang Lebaran

6. Posko Banjar : Cijolang

7. Posko Sukabumi : Cibolang

8. Lohbener Indramayu

9. UPPKB Balonggandu Karawang

10. Puncak Pass Cianjur

11. Posko Susukan Cirebon

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved