Sidang John Kei

Jauh dari Tuntutan, Tiga Anak Buah John Kei Hanya Divonis 13 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Berencana

Update Kasus Pembunuhan Anak Buah Nus Kei, Tiga Anak Buah John Kei Divonis 13 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Terlibat pembunuhan berencana, Bukon Koko Bukubun dan Yeremias Farfarhukubun, anak buah John Kei divonis bersalah berujung vonis 13 dan 14 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Eko Aryanto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (20/5/2021). 

Ia dianggap terbukti dalam merencanakan pembunuhan yang membuat seseorang alami luka-luka.

Tuntutan itu dibacakan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021). Dalam tuntutannya, JPU lebih banyak memakai berita acara pemeriksaan (BAP).

Atas hal tersebut, ia dikenakan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

John Kei dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

"Maka ajukan pidana kepada John Kei 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Kuasa Hukum Dituntut 18 Tahun Penjara

Daniel Farfar, Kuasa hukum John Kei yang didakwa terlibat dalam pembunuhan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dituntut 18 tahun penjara.

Tuntutan itu pun memicu kegaduhan hingga akhirnya sidang diskors Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Selasa (11/5/2021).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Daniel Farfar bersalah dan terbukti melakukan perencanaan secara bersama-sama hingga hilangkan nyawa orang.

Maka dari itu Daniel Farfar dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pidana primer Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

Maka dari itu atas perbuatannya Daniel Farfar dituntut oleh JPU dengan hukuman 18 tahun penjara.

Baca juga: Beragendakan Tuntutan, Sidang John Kei Kini Dijaga Ketat Polisi dengan Senapan Berlaras Panjang

"Maka diajukan pidana kepada Daniel Farfar 18 tahun penjara," ujar JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021).

Usai tuntutan itu, majelis hakim menskors persidangan. Sebelum diskors, majelis mempersilakan Daniel Farfar untuk memberikan pledoi atau pembelaan pada Senin (17/5/2021) mendatang.

Setelah majelis membubarkan diri, persidangan pun mulai riuh.

Para pendukung John Kei geram kepada JPU yang dianggap tidak adil.

"Eee bagaimana ini jaksanya tidak adil woy," bentak para pendukung John Kei.

Baca juga: Kisah Anak Durhaka, Dorong Ibunya Hingga Jatuh Terduduk, Anak Perempuan: Makanya Aku Dibolehin Main!

Aparat kepolisian pun langsung meringsek masuk ke persidangan membubarkan penonton sidang.

Sambil berlalu, para peserta sidang tetap marah-marah ke luar ruang persidangan.

Selain di tribun persidangan, keributan juga terjadi di meja kuasa hukum. Beberapa kuasa hukum tidak terima dengan tuntutan tersebut.

"Jaksa zalim. Sekalian saja dihukum mati terdakwa. Terdakwa itu punya anak, kepala rumah tangga," ujar seorang kuasa hukum dengan nada tinggi.

Baca juga: Seringkali Kritisi Jokowi, Ini Postingan Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal Dunia

Diketahui sebelumnya Daniel Farfar didakwa pasal berlapis oleh JPU Kajaksaan Negeri Jakarta Barat.

Ia didakwa Pasal 340 KUHP junto pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kemudian pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 2 KUHP tentang pembunuhan.

Dakwaan ketiga, Pasal 170 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia.

Keempat, Pasal 351 ayat 2 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 junto pasal 55 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan. Kelima, Pasal 2 ayat 1 UU darurat RI 1951 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Namun demikian, dalam proses persidangan, Daniel menampik dakwaan JPU.

Ia menolak terkait dengan matinya anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Alibinya, Daniel mengaku hanya memberi kuasa kepada anak buahnya untuk menagih hutang Nus Kei sebesar Rp 2 Miliar kepada John Kei.

Ia menolak telah memerintahkan pembunuhan berencana atau penyerangan terhadap anak buah Nus Kei

Diramaikan Pendukung John Kei

Sidang kasus pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Pengadilan Negeri Jakarta Barat memasuki agenda tuntutan.

Berbeda dengan sidang sebelumnya, sidang kali ini diramaikan sejumlah pendukung John Kei.

Mereka terlihat datang bersusulan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Selasa (11/5/2021) siang.

Guna meminimalisir adanya hal yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian terlihat memperketat penjagaan.

Sejumlah anggota bersenapan laras panjang ditempatkan di sejumlah titik strategis Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Bersamaan dengan hal tersebut, petugas security memeriksa barang bawaan pengunjung mulai dari sisi depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Apabila tidak membawa barang berbahaya, pengunjung kemudian dipersilakan masuk.

Di depan ruang sidang Kusumah Atmadja, aparat kepolisian dengan senjata laras panjang pun terlihat berjaga.

Aparat Kepolisian tidak lagi mempersilahkan pengunjung lantaran ruang sidang dinyatakan penuh sejak pukul 13.00 WIB.

Sedangkan pada area bagian dalam ruang sidang, pengunjung terlihat sudah memenuhi ruangan sidang.

Meski begitu, protokol kesehatan tetap dijaga karena bangku yang terisi hanya setengahnya.

Baca juga: Seringkali Kritisi Jokowi, Ini Postingan Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal Dunia

Hal itu membuat ruang sidang tidak padat meskipun dipenuhi pengunjung sidang.

Juru Bicara PN Jakbar Eko Ariyanto mengatakan rencananya sidang digelar pukul 13.00 WIB.

"Rencananya sidang jam satu siang, mudah-mudahan on time," ujarnya dikonfirmasi.

Namun sampai pukul 13.30 WIB terlihat sidang belum kunjung dimulai.

Baca juga: Kisah Anak Durhaka, Dorong Ibunya Hingga Jatuh Terduduk, Anak Perempuan: Makanya Aku Dibolehin Main!

Agenda sidang kali ini harusnya ialah tuntutan Jaksa Penuntut Umun (JPU).

Terdakwa John Kei didakwa pasal berlapis atas kasus pembunuhan dan penganiayaan.

Dakwaan pertama, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Ketiga, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terakhir pasal 2 ayat 1 UU darurat RI tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Tak Pernah Niat Bunuh Nus Kei

Terdakwa pembunuhan John Kei menampik telah berencana membunuh Nus Kei.

Alasannya karena Nus Kei adalah orang kepercayaannya saat ia ditahan di Nusakambangan.

Hal itu diungkapkan John Kei saat menjadi saksi mahkota di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (6/5/2021).

Menurut John Kei, meski Nus Kei pernah menghinanya hingga harga dirinya jatuh, John Kei tidak pernah berniat untuk membalas.

"Saya enggak bales, karena dia itu anak buah saya, seorang yang paling saya percaya saat saya di Nusakambangan. Dia yang menggantikan adik saya Tito Refra saat dia meninggal," jelas John Kei kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bahkan kata John Kei, ia pernah berpesan kepada anak-anaknya agar tidak membalas perbuatan Nus Kei.

John Kei mengatakan bahwa Nus Kei dibawanya ke Jakarta dari Ambon sekira tahun 1997.

Saat itu Nus Kei, tinggal di rumah John Kei. Nus Kei juga dibelikan sepatu celana dan baju oleh John Kei.

Baca juga: Tak Hanya Daging, Harga Jengkol di Depok Juga Naik, Diprediksi Mencapai Rp 100.000 Per Kilogram

Baca juga: Larangan Mudik Diberlakukan, 15 Penumpang Tetap Berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang Hari Ini

Bahkan kata John Kei, Nus Kei sempat diberikan uang bulanan untuk menyewa kontrakan.

Dari lamanya sejarah dengan Nus Kei itulah John Kei mengaku sempat melakukan upaya mediasi berkali-kali dengan Nus Kei saat konflik utang Rp 1 miliar terjadi.

Namun saat itu upaya mediasi gagal, alasannya karena Nus Kei tidak mau datang ke rumah John Kei

Nus Kei hanya berjanji akan membayar utang Rp 1 miliarnya dengan nominal uang Rp 2 Miliar.

Baca juga: Akui Menyesal Erwin Tewas di Tangan Anak Buahnya, John Kei : yang Mati Saudara Saya

Baca juga: Tak Bisa Bayar Gaji & THR Pegawai, Suplier Material Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Tagih Waskita

Namun meski begitu, John Kei bersikeras bahwa ia tidak pernah berencana menyerang atau membunuh Nus Kei.

Bahkan sampai saat ini, ia meminta anak-anaknya untuk tidak dendam dengan Nus Kei.

"Saya bilang ke anak-anak saya. Sudah Kei Papa sayang kamu, ampuni saja mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat, biarin saja mereka," bebernya.

John kei Menyesali Kematian Anak Buah Nus Kei

Persidangan kasus pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) menghadirkan John Kei sebagai terdakwa.

John Kei mengaku menyesal atas tewasnya Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin.

Terlebih Erwin diungkapkannya merupakan saudaranya sendiri.

John Kei mengatakan, ia langsung menghubungi kuasa hukumnya Daniel Farfar usai menerima informasi dari televisi tentang kediaman Nus Kei dan anak buah Nus Kei yang diserang.

Daniel datang ke rumah John Kei di Titian, Bekasi, Jawa Barat.

Di sana John Kei menanyakan terkait kematian Erwin.

"Daniel datang, saya ngomong apa masalah yang terjadi hingga Erwin meninggal. Tapi baru mau tanya, belum sempat nanya sudah ada dar-dor, dar-dor (penembakan)," ujar John Kei dalam kesaksiannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Kamis (6/5/2021).Dalam persidangan, John Kei mengaku disekap bersama anak buahnya oleh pihak Kepolisian usai pembunuhan Erwin. 

Ia juga mengaku bahwa anaknya dilibatkan oleh polisi dan dibawa ke Polda Metro Jaya.

Baca juga: Ustaz Adi Hidayat Ungkap Asal Usul Hari Minggu, Berasal dari Santo Dominggo-Seorang Imam Katolik

Baca juga: G20 Tourism Ministers Meeting 2021, Sandi : Pulihkan Sektor Parekraf Demi Penciptaan Lapangan Kerja

Anaknya ditahan selama tiga hari di Polda Metro Jaya.

Padahal kata John Kei, anaknya hanya mahasiswa biasa.

Hal itulah yang membuat John Kei mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Oleh polisi anak saya digebukin, ditangkap, dianiaya, dia enggak bersalah, maka saya tanda tangan saja biar anak saya pulang," jelasnya.

Meski merasa tidak terlibat dalam pembunuhan Erwin, John Kei tetap merasa menyesal dengan kematian adik sepupunya itu.

"Pertama saya menyesal akan kejadian ini, dan saya menyesal, saya juga marah ke lawyer kenapa begini," ungkap John kei.

"Lawyer pun mengaku nggak tahu, karena ini masalah anak-anak di lapangan. Pada intinya saya menyesal karena yang mati saudara saya," tandasnya.

Diketahui John Kei didakwa pasar berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Salah satu pasal yang didakwakan ialah Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Ia diduga terkait dengan tewasnya anak buah Nus Kei di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020) lalu.

Minta Dibebaskan Hakim

Sidang kasus pembunuhan anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) kembali bergulir.

Kali ini, John Kei dihadirkan sebagai saksi mahkota atas terdakwa, antara lain Yeremias, Bukon Koko Bukubun, Daniel Farfar, dan John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (6/5/2021). 

Dalam sidang tersebut, John Kei menampik merencanakan pembunuhan atau penyerangan kepada Nus Kei.

Pria itu pun mohon majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat membebaskannya dari segala tuduhan.

"Saksi kami, sebagai saksi mahkota memang tidak dapat menunjukan bahwa ada perintah dari Bung John untuk bunuh Bung Nus atau siapapun itu," ujar kuasa hukum, John Kei, Anton Sudanto usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Bedah Foto Jokowi Tinjau Para Ibu Tanam Padi Sendirian, Roy Suryo : Bocor di Belakang

Baca juga: Orasi Kebangsaan Gus Miftah Picu Polemik, BJ Habibie Sebut Gereja Tempat Menenangkan Ketika Bersedih

Selain itu, John Kei mengaku dipaksa untuk tanda tangani Berita Acara Perkara (BAP) saat diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Hal itu lantaran anaknya bernama Rembo sempat ditahan polisi selama tiga hari.

Tujuannya agar John Kei segera menandatangani BAP tersebut.

Hal itulah kata Anton yang membuat BAP dengan pemeriksaan di persidangan berbeda.

"Jadi beliau minta langsung untuk dibebaskan. Sementara yang lain para terdakwa ada yang mengaku telah membacok, bacok seperti apa, berapa kali, itu perlu kita apresiasi," terangnya.

Namun demikian, Anton mengakui bahwa pada faktanya ada penyerangan hingga membuat anak buah Nus Kei tewas.

Baca juga: Kisruh Izin Lokasi, PT Agung Intiland Group Kembali Mangkir dari Panggilan DPRD Kabupaten Tangerang

Baca juga: PT Agung Intiland Diduga Bermasalah, Pemerintah Kabupaten Tangerang Diminta Tegas Cabut Izin Lokasi

Oleh karena itu kata Anton, sudah pasti ada yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Beberapa terdakwa juga sudah mengakui bahwa ada penyerangan tersebut. Meskipun penyerangan itu dianggap tidak berencana.

Maka dari itu kata Anton, baik John Kei atau Daniel Farfar harusnya dibebaskan.

Karena John Kei hanya memberi surat kuasa penagihan utang. Sementara Daniel Farfar hanya kuasa hukum yang memberi perintah menagih utang kepada anak buahnya.

"Paling anak-anaknya yang lakukan itu dan itu di luar kontrol. Bung John enggak ada perintah sama sekali jadi sudah harus bebas itu," jelasnya.

Baca juga: Disidak Mayjen Dudung, Anies Baswedan dan Irjen Fadil Imran, Pasar Tanah Abang kini Mulai Kondusif

Baca juga: Bedah Foto Jokowi Tinjau Para Ibu Tanam Padi Sendirian, Roy Suryo : Bocor di Belakang

Menyerahkan Diri

Sempat buron selama tiga hari, anggota kelompok John Kei yang terlibat pembunuhan Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Semuel Rahanbinan (SR) alias Tecco (35) mengungkapkan keputusan itu berangkat dari rasa khawatir akan aksi balas dendam yang dilakukan dari kelompok Nus Kei.

Hal tersebut diungkapkan Tecco saat memberi keterangannya sebagai saksi atas John Kei di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (4/5/2021).

Tecco mengakui bahwa ia ikut membacok Erwin saat di Duri Kosambi. Ketika itu kata Tecco ia ikut membacok Erwin karena korban yang membonceng Erwin, Frangky Rumatora alias Angki ketika itu terlihat mengeluarkan senjata tajam dari dalam saku celana.

Awalnya Tecco dan kelima rekannya mendapat tugas dari Daniel Farfar untuk menagih utang kepada Nus Kei yang tinggal di Green Lake City, Tangerang, Banten.

Namun, mobil yang ditumpangi Tecco nyasar hingga ke kawasan Duri Kosambi.

Baca juga: Kasus Editan Foto Bocor Juga Pernah Terjadi, Roy Suryo Sebut Ada Penampakan Dalam Rapat Jokowi

Baca juga: Beda Narasi Ketika Musrenbangnas Desember 2019, Jokowi Kini Sebut Pandemi Ubah Rencana Pembangunan

Sebagian dari mereka turun dari mobil sesampainya di Jalan Kresek Raya.

Mereka mengaku berniat menanyakan alamat kepada warga sekitar.

Namun saat sebagian keluar dari mobil, Tecco melihat dua pria menggunakan satu motor melintas di jalan tersebut.

Pria berawakan Ambon seperti mereka itu mendekat. Kemudian Tecco melihat pria yang membawa motor mengeluarkan sebilah pisau dari kantung celananya.

Pisau itu hendak diarahkan ke Yeremias.

Melihat hal itu, Tecco berteriak kepada rekannya Yeremias bahwa Angki mengeluarkan pisau.

Baca juga: Dirut PT Indotruck Utama Kembali Mangkir,Kriminalisasi Arwan Koty Dinilai Kuasa Hukum Semakin Kental

Baca juga: Beli Ekskavator Senilai Rp 1,265 Miliar dari PT Indotruck Utama, Arwan Koty Mengaku Dikriminalisasi

"Saya teriak ke Yeremias kemudian Yeremias keluarkan golok dan bacok ke arah mereka," jelas Tecco.

Keributan antara kedua kelompok inipun pecah. Kelompok John Kei yang sudah mempersiapkan senjata tajam di mobil menyerang dua anggota dari kelompok Nus Kei.

Hal itu membuat satu anggota dari Nus Kei, Erwin meregang nyawa dan Angki mengalami jari putus akibat serangan kelompok John Kei.

Setelah itu, keenam terdakwa masuk ke dalam mobil dan melarikan diri.

Mereka sempat ke sebuah kantor milik Daniel Farfar di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hingga kemudian sebagian terdakwa ditangkap di kantor tersebut, sementara sebagian lagi ditangkap di kawasan Perumahan Titian, Bekasi, Jawa Barat.

Baca juga: Teriakan Pele-pele Bikin Anak Buah John Kei Makin Beringas, Bacok dan Lindas Korban dengan Mobil

Baca juga: Sadis, Ngaku Sudah Bawa Golok, Anak Buah John Kei Langsung Bacok Anak Buah Nus Kei di Tengah Jalanan

Sementara Tecco berhasil melarikan diri ke Depok, Jawa Barat.

Selama tiga hari pelariannya, Tecco merasa tidak tenang. Ia khawatir keluarganya akan menjadi korban pembalasan dendam kelompok Nus Kei.

"Saya takut keluarga saya jadi korban makanya saya serahkan diri. Jadi takut ada serangan balasan," bebernya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved