Sidang John Kei

Jauh dari Tuntutan, Tiga Anak Buah John Kei Hanya Divonis 13 Tahun Penjara Atas Pembunuhan Berencana

Update Kasus Pembunuhan Anak Buah Nus Kei, Tiga Anak Buah John Kei Divonis 13 Tahun Penjara, Lebih Ringan dari Tuntutan JPU

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Terlibat pembunuhan berencana, Bukon Koko Bukubun dan Yeremias Farfarhukubun, anak buah John Kei divonis bersalah berujung vonis 13 dan 14 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Eko Aryanto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Palmerah, Jakarta Barat, pada Kamis (20/5/2021). 

Terdakwa pembunuhan John Kei minta dibebaskan oleh Majelis Hakim.

Ia berharap pembebasannya  akan menghapus stigma negatif orang Indonesia bagian timur.

Hal itu disampaikan John Kei saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (18/5/2021).

Baca juga: John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara: Saya Bukan Pembunuh

Dalam pledoinya, John Kei tidak mengakui tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut telah terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin.

Sebab kata John Kei, sejak masuk bui tahun 2012 lalu, ia sudah bertobat dan tidak lagi memilih jalan kekerasan.

"Kiranya Yang Mulia dapat memberikan saya kesempatan untuk meneruskan niat pelayanan dan pertobatan saya," ujar John Kei.

Baca juga: John Kei Dituntut 18 Tahun Penjara, JPU Anggap Terdakwa Terbukti Telah Merencanakan Pembunuhan

Apabila bebas, ia juga berjanji akan membawa serta rekan-rekannya untuk bertobat dan menjauhi jalan kekerasan.

Khususnya kata John Kei, teman-temannya dari Indonesia bagian timur yang masih terjebak dalam dunia kejahatan akan dapat ikut bertobat dengannya.

John Kei juga mengatakan bahwa bebasnya ia juga dapat membuat stigma negatif orang dari Indonesia bagian timur berubah.

Baca juga: Beragendakan Tuntutan, Sidang John Kei Kini Dijaga Ketat Polisi dengan Senapan Berlaras Panjang

"Setidak-tidaknya saya dapat memperbaiki stigma rasisme masyarakat Indonesia yang masih beranggapan bahwa orang timur adalah penjahat hanya karena kulit gelap dan rambut ikal, sehingga mereka bisa mendapatkan pekerjaaan yang lebih baik dan lebih layak," terang John Kei.

Maka dari itu John Kei berharap mendapatkan kebenaran dan keadilan atas peradilan ini.

Ia bersikeras merasa tidak bersalah atas tuduhan tindak pidana yang ditujukan kepada.

"Saya masih ada harapan pada peradilan ini, saya masih ada harapan pada Majelis Hakim Yang Mulia, para Wakil Tuhan, penentu kebenaran, penjunjung tinggi keadilan yang paling mutlak," tandasnya sambil mengutip doa nabi Daud.

Diketahui terdakwa John Kei dituntut pidana 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved