Kasus Rizieq Shihab

Jaga Muruah Persidangan, Hakim Minta Rizieq Shihab Copot Syal Bergambar Bendera Palestina

Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab ditegur ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur Suparman Nyompa.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/RIZKI SANDI SAPUTRA
Muhammad Rizieq Shihab menggunakan syal bergambar bendera Indonesia dan Palestina, dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa Muhammad Rizieq Shihab ditegur ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur Suparman Nyompa, karena menggunakan syal bergambar bendera Indonesia-Palestina.

Syal tersebut digunakan Rizieq Shihab saat memasuki ruang sidang utama PN Jakarta Timur, sebelum menjalani sidang lanjutan beragenda pembacaan pleidoi alias nota pembelaan atas tuntutan jaksa, dari para terdakwa maupun kuasa hukum.

"Itu pakai atribut Palestina, maksud saya begini, karena kita jaga muruah persidangan, kita simpati terhadap peristiwa di sana, tapi ini persidangan di negara kita (Indonesia)."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 7, Sumatera Mendominasi

"Kita bersihkan dulu di persidangan, masalah itu jangan dibawa masuk ke dalam, mungkin habib bisa diganti," pinta majelis hakim kepada Rizieq Shihab dalam ruang sidang, Kamis (20/5/2021).

"Silakan diganti habib, nanti di luar persidangan boleh digunakan kembali," imbuh hakim.

Pantauan Tribunnews di lokasi, Rizieq Shihab menggunakan syal bernuansa kotak-kotak hitam putih, dengan bendera Indonesia dan Palestina.

Baca juga: 3 Anak Buah Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri ke TNI, Berperan Pantau Aparat Hingga Cari Logistik

Bendera Indonesia tersebut berada di sisi kanan tubuh Rizieq Shihab, sementara bendera Palestina berada di sisi kiri tubuh Rizieq Shihab.

Setelah mendapatkan teguran dari majelis hakim, Rizieq Shihab lantas melepas syal tersebut dan menyerahkannya ke meja tim kuasa hukum.

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur kembali menggelar sidang lanjutan perkara terdakwa Muhammad Rizieq Shihab dan kelima mantan petinggi FPI, atas perkara pelanggaran protokol kesehatan yang menimbulkan kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Baca juga: Belum Diterjunkan Hadapi KKB Papua, Densus 88 Masih Fokus Selesaikan Kasus Munarman Cs

Sidang tersebut digelar pada Kamis (20/5/2021), dipimpin oleh hakim ketua PN Jakarta Timur Suparman Nyompa.

Ketua Humas PN Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan, sidang beragendakan pembacaan pleidoi alias nota pembelaan atas tuntutan jaksa dari para terdakwa maupun kuasa hukum.

"Kamis 20 Mei 2021, sidang dengan agenda pembelaan/pleidoi dari terdakwa atau penasihat hukumnya," kata Alex dalam keterangannya.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: 9 Daerah di Papua, Nias, dan Maluku Tak Tergoyahkan

Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman 2 tahun penjara dikurangi masa kurungan sementara kepada Rizieq Shihab, atas perkara yang teregister dengan nomor 221/Pid.B/2021/PN.JktTim, terkait kerumunan acara di Petamburan.

Rizieq Shihab dianggap telah melanggar pasal 160 KUHP juncto pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved