Breaking News:

Isi Nota Pembelaan Hanyalah Unek-unek, Jaksa Minta Majelis Hakim Menolak Pledoi Rizieq Shihab

“Kami selaku JPU dalam perkara ini berkesimpulan dan berpendapat bahwa tuntutan hukum yang telah kami ajukan kepada terdakwa telah tepat,” kata jaksa

Editor: Dedy
TRIBUNNEWS/RIZKI SANDI SAPUTRA
Muhammad Rizieq Shihab menggunakan syal bergambar bendera Indonesia dan Palestina, dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CAKUNG --- Isi pledoi atau nota pembelaan Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya pada kasus kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor, hanyalah unek-unek dan curhatan.

Karena itu, dalam replik atau tanggapan atas pledoi Rizieq, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta majelis hakim menolak seluruh pledoi Rizieq itu.

Menurut JPU, tuntutan yang mereka ajukan sudah tepat.

“Kami selaku JPU dalam perkara ini berkesimpulan dan berpendapat bahwa tuntutan hukum yang telah kami ajukan kepada terdakwa telah tepat,” kata jaksa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021) seperti dilansir Kompas.com.

“Terdakwa mengatakan bahwa penuntut umum bersikap manipulatif dengan hanya mengambil keterangan saksi dari sisi yang menguntungkan pembuktian penuntut umum. Pada dasarnya semua yang disampaikan terdakwa dalam pledoinya adalah unek-unek dan curhatan,” tambah jaksa.

JPU meminta majelis hakim agar menjatuhkan vonis bersalah terhadao Rizieq sebagaimana isi tuntutan.

“Mengabulkan tuntutan pidana penuntut umum sebagaimana yang telah dibacakan pada Senin (17/5),” ujar jaksa.

Rizieq kemudian menanggapi replik jaksa itu. Menurut dia, replik tidak menjawab isi pledoi sama sekali.

“Sehingga kami minta (kepada majelis hakim) agar diabaikan, jangan dianggap bahkan segala dakwaan dan tuntutan jaksa dibatalkan demi hukum,” kata Rizieq.

Rizieq Shihab menyebut, kasusnya bukan kasus hukum, tetapi dendam politik oligarki.

“Setelah saya mengikuti proses hukum yang sangat melelahkan ini, mulai dari panggilan polisi dan penangkapan serta penahanan, hingga digelarnya sidang pembacaan pledoi ini, saya semakin percaya dan yakin bahwa ini adalah kasus politik yang dibungkus dan dikemas dengan kasus hukum,” kata Rizieq seperti dilansir Kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved