Breaking News:

Konflik Palestina Israel

Dikbud Bengkulu Pastikan Siswi Kelas 2 SMA yang Hina Palestina Tak Akan Putus Sekolah

Akibat membuat konten video menghina Palestina, MS seorang siswi SMA di Bengkulu, dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolahnya.

Mahmud Hams /AFP
MS (19), siswi kelas II SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah yang melakukan ujaran kebencian menghina Palestina tidak akan putus sekolah. Foto ilustrasi: Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza yang menargetkan kompleks Ansar, terkait dengan gerakan Hamas. 

WARTAKOTALIVE.COM, BENGKULU -- Video berdurasi delapan detik yang berisi hujatan terhadap Palestina yang diunggah MS (19) ke media sosial TikTok menjadi viral.

Akibat membuat konten video menghina Palestina, MS seorang siswi SMA di Bengkulu, dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolahnya.

Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu memastikan, MS (19), siswi kelas II SMA di Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu yang melakukan ujaran kebencian menghina Palestina tidak akan putus sekolah.

Video: Bantuan ke Gaza Terhambat, Israel Tutup Perbatasan Gaza

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat menegaskan, pihaknya tidak pernah mencabut hak siswi tersebut untuk melanjutkan pendidikan setelah video berdurasi delapan detik yang berisi hujatan terhadap Palestina yang diunggahnya ke media sosial TikTok menjadi viral.

"Hak anak tersebut untuk mendapatkan pendidikan tidak pernah dicabut. Dia akan tetap bersekolah, namun karena beban psikologis tentu dia tidak bersekolah di sekolah asalnya lagi," kata Eri di Bengkulu, Kamis (20/5/2021).

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Eka Saputra dalam jumpa pers, Kamis membantah jika pihaknya mengeluarkan keputusan memberhentikan MS (19) dari sekolah tersebut sebagai sanksi terhadap ujaran kebencian menghina Palestina.

Baca juga: Istana Minta Masyarakat Hentikan Perdebatan Soal Palestina-Israel yang Dapat Timbulkan Perpecahan

Baca juga: Terjadi Lagi Viral Video TikTok Wanita Menghina Palestina Diketahui Identitasnya dari Sumatera Utara

Menurutnya keputusan pindah sekolah itu adalah keinginan kedua orang tua MS karena mempertimbangkan faktor psikologis anaknya jika harus tetap bertahan di sekolah asal.

Baca juga: Gubernur Bengkulu minta siswi yang hina Palestina harus tetap sekolah
Baca juga: Polisi minta setop perundungan terhadap siswi yang hina Palestina

Eka juga memastikan MS tidak akan putus sekolah karena pihaknya akan membantu segala proses kepindahan siswi kelas II SMA tersebut ke sekolah lain yang diinginkannya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved