Breaking News:

Sport

Mental Legenda Sepak Bola Indonesia Peri Sandria Pernah Bermasalah Akibat Tidak Diperlakukan Adil

Legenda sepak bola Indonesia, Peri Sandria, pernah kecewa berat, karena merasa prestasinya tidak 'dihargai'.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Peri Sandria, legenda timnas Sepak Bola Indonesia 

"Buat apa ya. Maksud saya kalau jadi topskor akan dapat sepatu emas dan dapat hadiahnya. Itu prestasi yang bagus untuk saya. Sebab, saya berpatikan pada informasi di awal," terang Peri.

Peri mengaku sempat mengalami drop secara mental saat peristiwa itu.

Ia merasa sepak bola tak adil.

"Akhirnya, saya mengambil sisi positifnya dan mencoba memotivasi diri sendiri," kata Peri.

"Alhasil pada musim 1996, saya berupaya maksimal lagi. Saya berduet dengan Dejan Glusevic. Saya mencetak 25 gol dan Dejan cetak 30 gol. Memang saat itu kami gantian. Dejan yang kami dukung untuk meraih topskor. Saat itu, kami juara musim 1995-1996," papar Peri.

Sialnya lagi, saat itu dirinya mendapat voting pemain terbaik.

Namun, lagi-lagi saat pengumuman namanya tidak mencuat.

Alhasil ia mengalami kekecewaan lagi.

"Teman-teman dari wartawan dulu vote saya. Tapi justru pemain lain yang raih. Sejak itu saya kecewa dan motivasi saya di sepak bola tak sekuat sebelum-sebelumnya," jelas Peri.

"Meski dihibur oleh manajer, namun saya menjelaskan bahwa prestasi pemain akan komplet jika meraih juara, topskor, dan pemain terbaik. Saya mencari itu saat berkarier," imbuh Peri.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved