Hina Palestina Siswi di Bengkulu Dikeluarkan dari Sekolah, Berlebihankah? Ini Kata Kemendikbudristek

MS, siswi SMA di Bengkulu yang videonya viral hina Palestina dikeluarkan dari sekolah.

Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews/Herudin
(ILustrasi) Pengunjuk rasa mengikuti aksi dengan membawa bendera Palestina di depan Gedung Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Akibat membuat konten video menghina Palestina, MS seorang siswi SMA di Bengkulu dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolahnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Akibat membuat konten video menghina Palestina, MS seorang siswi SMA di Bengkulu dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolahnya.

Namun, banyak yang menilai sanksi tersebut sangat berlebihan, melihat pelaku adalah seorang siswi SMA yang masih butuh bimbingan guru dan orangtua.

Melihat kasus tersebut, Plt Kepala Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek Hendarman pun memberikan tanggapannya.

Baca juga: BIKIN MALU! Camat Purwosari Minta THR ke Desa, Dipergoki Bupati Kediri, Temukan Rp15 Juta

Baca juga: Viral Video Pemuda Ketiduran Salat Idul Fitri, saat Bangun Kebingungan, Jemaah Sudah Bubar

Baca juga: Israel Serang Palestina, Akun Instagram Gal Gadot Diserbu Netizen, hingga Matikan Kolom Komentar

Hendarman menyebut bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Daerah terkait hal tersebut.

"Terkait dengan kasus tersebut, kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan terkait guna membahas berbagai isu tata laksana di sekolah dan peserta didik, termasuk mengenai kasus ini," ucap Hendarman kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).

Meski begitu, Hendarman mengatakan pelaksanaan sekolah berada di bawah wewenang pemerintah daerah.

Kemendikbudristek, kata Hendarman, menghormati kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur pelaksanaan pendidikan di daerah.

"Mekanisme dan wewenang pelaksanaan sekolah berada di bawah supervisi pemerintah daerah dan kami senantiasa menghormati kewenangan ini," kata Hendarman.

Hendarman memastikan Kemendikbudristek terus mendorong diskusi positif terkait permasalahan ini.

"Pada dasarnya kami terus mendorong diskusi positif dengan pemerintah daerah dan dinas terkait agar setiap permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Hendarman.

Seperti diketahui, MS, siswi SMA di Bengkulu yang videonya viral hina Palestina dikeluarkan dari sekolah.

Berdasarkan hasil rapat internal yang dilakukan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Kabupaten Benteng dengan pihak sekolah, maka MS dikembalikan ke orangtuanya untuk dibina.

Baca juga: Perang Semakin Memanas,Ini Awal dan Sejarah Konflik Palestina - Israel, Hitler dan Inggris Terkait

Baca juga: Pemandu Lagu Beranak 6 Meninggal di Kamar Kos Saat Sahur, Kerap Didatangi Tamu Laki-laki

Baca juga: Dukun Cabuli Satu Keluarga di Bandar Lampung, Pakai Modus Ritual Mandi Hilangkan Aura Negatif

Hina Palestina, Dipenjara

HM alias Ucok (23) kini hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.

Aksi menghina Palestina dengan ucapan-ucapan kotor yang dilakukan HM alias Ucok berujung tangis penyesalan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved