Breaking News:

Info Balitbang Kemenag

Hasil Penelitian Kemenag: Proses Konstruksi Sosial Moderasi Beragama di Kampus Harus Terus Dilakukan

Anak-anak muda lebih gemar mencari sumber pengetahuan agama melalui internet, mulai dari blog, website, dan media sosial lainnya.

Istimewa/Balitbang Diklat Kemenag
Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin saat menjadi pembicara Seminar Moderasi Beragama di Kalangan Milenial, di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat Selasa (3/12/2019). 

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI melakukan penelitian untuk mengkaji konstruksi sosial moderasi beragama di kalangan mahasiswa.

Penelitian ini disusun oleh Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si dari Fidkom UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Seperti dituliskan Gun Gun dalam hasil penelitiannya, kajian tersebut penting untuk menjadi bahan evalusai sejauh mana respon mahasiswa terhadap pengarusutamaan moderasi beragama yang digaungkan oleh pemerintah.

Hasil survei yang dilakukan secara nasional oleh PPIM UIN Jakarta (Oktober 2017) di 34 provinsi menemukan bahwa anak-anak muda lebih gemar mencari sumber pengetahuan agama melalui internet, mulai dari blog, website, dan media sosial lainnya.

Kebiasaan ini berdampak pada pemahaman agama yang cenderung eksklusif. Serta pandangan yang kurang mendukung upaya penguatan nilai-nilai demokrasi.

Survei PPIM UIN Jakarta di atas menemukan pada level opini siswa/mahasiswa cenderung memiliki pandangan keagamaan yang intoleran.

Hal tersebut tercermin dari persebaran antara opini radikal, toleransi eksternal, dan toleransi internal siswa.

Dari ketiga kategori tersebut, pandangan keagamaan siswa yang paling intoleran terdapat pada opini radikal (58.5%) disusul opini intoleransi internal (51.1%) dan opini intoleransi eksternal (34.3%).

Sedangkan dari sisi aksi, nampak bahwa siswa/mahasiswa memiliki perilaku keagamaan yang cenderung moderat/toleran.

Mereka yang termasuk dalam kategori aksi radikal, hanya 7.0% dan aksi intoleransi eksternal 17.3%. Namun pada aksi intoleransi internal, cenderung lebih tinggi, yaitu 34.1%.

Halaman
1234
Editor: Lucky Oktaviano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved