Breaking News:

Bertugas Memilah Dokumen, Staf Khusus Edhy Prabowo Digaji Rp 31 Juta, Difasilitasi Mobil dan Sopir

JPU KPK heran dengan gaji yang diterima mantan Staf Khusus (Stafsus) Bidang Administrasi Kelembagaan Edhy Prabowo, Putri Tjatur Budilistyani.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2021). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) KPK heran dengan gaji yang diterima mantan Staf Khusus (Stafsus) Bidang Administrasi Kelembagaan Edhy Prabowo, Putri Tjatur Budilistyani.

Sebab, Putri Tjatur mengaku menerima gaji sebesar Rp 31 juta.

Mulanya, pada persidangan lanjutan kasus suap benur lobster di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/5/2021), jaksa mengonfirmasi besaran gaji fasilitas yang diterima Putri selama bekerja sebagai stafsus.

Baca juga: Dua Hari Pemeriksaan Saat Arus Balik, Polda Metro Jaya Temukan 84 Pemudik Positif Covid-19

Termasuk menanyakan tugas Putri Tjatur yang diperintahkan oleh Edhy Prabowo.

"Soalnya saya lihat gaji saudara gede nih, Rp 31 juta, benar?"

"Rp 31 juta ada asuransi kesehatan, ada sopir, ada mobil begitu, ya?" Tanya jaksa yang diiyakan oleh Putri.

Baca juga: Kementerian Kesehatan: Tak Perlu Membeda-bedakan Merek Vaksin, Keamanan dan Manfaatnya Sama

"Tugasnya hanya memilah-milah surat itu tadi?" Tanya jaksa lagi.

"Saya berfokus membantu pak menteri memilah dokumen. Termasuk mengatur agenda beliau (Edhy Prabowo)," jawab Putri Tjatur.

Putri Tjatur juga mengaku sebagai anggota pelaksana tim due diligence (uji tuntas) terkait ekspor benih bening lobster (BBL) alias benur.

Baca juga: Dilaporkan 75 Pegawai, Pimpinan KPK Pasrahkan Nasib kepada Dewan Pengawas

Namun, ia tidak mengikuti semua kegiatan dalam tim tersebut

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved