Breaking News:

142.000 Warga Telah Divaksinasi di Gelombang Ketiga, Dinkes Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

masyarakat kelompok rentan yang telah mendapatkan vaksin, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Warta Kota/Junianto Hamonangan
ILUSTRASI. Pelaksanaan vaksinasi di DKI Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tercatat ada 142.000 warga yang telah mendapat vaksinasi pada gelombang ketiga vaksinasi. Angka itu berdasarkan pendataan petugas sejak vaksinasi gelombang ketiga dimulai pada Rabu (5/5/2021), sampai Selasa (18/5/2021).

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengaku, saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan soal jumlah total penerima vaksin untuk gelombang ketiga. Tercatat ada tiga kelompok masyarakat rentan yang menjadi sasaran vaksinasi gelombang ini.

Tiga kelompok itu adalah masyarakat kumuh di 445 RW, warga yang wilayahnya terdapat atau berpotensi terjadinya kasus Covid-19 dengan variant of concern (VOC), terakhir di zona oranye dan merah selama kebijakan PPKM berbasis mikro berlangsung.

“Saat ini sudah dilakukan vaksinasi dari tanggal 5 Mei sampai sekarang itu sekitar 142.000 orang. Jadi memang sudah cukup banyak dilakukan vaksinasi untuk masyarakat rentan,” kata Ngabila saat acara dialog virtual yang bertema ‘Vaksinasi Gelombang Ketiga Dimulai’ pada Selasa (18/5/2021).

Baca juga: VIDEO Warga yang Baru Tiba di Jakarta dari Mudik Lebaran Wajib Ikut Tes Covid-19

Baca juga: Kementerian Kesehatan: Tak Perlu Membeda-bedakan Merek Vaksin, Keamanan dan Manfaatnya Sama

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang mengikuti vaksin ini cukup tinggi. Namun dia tetap meminta kepada masyarakat kelompok rentan yang telah mendapatkan vaksin, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Adapun prokes yang dimaksud adalah 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Vaksinasi merupakan ikhtiar kita bersama untuk mengendalikan wabah, di mana target herd immunity minimal 60-80 persen,” ujarnya.

“Jadi, kita harus sama-sama mensukseskan vaksinasi ini dan penerimaan masyarakat dari tiga kelompok itu sangat baik,” lanjutnya.

Dia menambahkan, sasaran vaksinasi pada gelombang ketiga ini merupakan arahan dari pemerintah pusat melalui Kemenkes RI. Pemerintah pusat meminta Pemprov DKI Jakarta yang menjadi tempat pilot project vaksinasi gelombang ketiga, agar memprioritaskan masyarakat rentan di tempat kumuh.

Penetapan kampung kumuh ini, kata dia, mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 90 tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman Dalam Rangka Penataan Kawasan Permukiman Terpadu. “Saat ini ada 445 RW yang masuk dalam prioritas penataan permukiman, hal itu sebagaimana Pergub yang sudah adda,” imbuh dia.

Seperti diketahui, program vaksinasi Covid-19 di DKI Jakarta kini menyasar usia 18 tahun ke atas di wilayah permukiman padat penduduk. Tercatat ada 445 RW yang berada di permukiman padat penduduk yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sejak Rabu (5/5/2021) lalu seluruh fasilitas pelayanan vakinasi Covid-19 di Jakarta, mulai memberikan dosis pertama kepada usia 18 tahun. Para remaja itu mendapat suntikan vaksin di Puskesmas Kelurahan, RS, Klinik, sentra vaksin dan pelayanan vaksinasi di luar gedung Puskesmas.

Baca juga: SDN Pengasinan 2 Rawalumbu Dibobol Maling, Komputer Digasak Pencuri di Ruang Guru

Baca juga: Isu Fenomena Gelombang Panas Melanda Indonesia Beredar di Grup WhatsApp, Berikut Ini Penjelasan BMKG

“Vaksinasi Covid-19 AstraZeneca diberikan kepada sasaran dengan usia 18 tahun sebanyak dua dosis (0,5 ml) secara intramuscular dengan interval 12 pekan,” kata Widyastuti saat media brefing persiapan vaksin AstraZeneca secara virtual pada Rabu (5/5/2021) sore.

Widyastuti mengatakan pada awal Mei 2021 lalu, Kementerian Kesehatan RI berencana memberikan vaksin AstraZeneca sebanyak 1,5 juta dosis kepada DKI Jakarta. Kemudian pada hari Senin (3/5/2021) lalu, pihaknya menerima 500.000 dosis Astra Zeneca untuk usia 18 tahun ke atas.

“Vaksin ini tentu kami sambut dengan baik karena membantu mempercepat sasaran penerima vaksin di Jakarta mencapai 8,8 juta,” ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved