Breaking News:

Dengan Robot Kolaboratif, Manufaktur Indonesia Akan Mampu Mencapai Produktivitas yang Lebih Tinggi

Dengan Robot Kolaboratif, manufaktur Indonesia akan mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan manfaat yang efektif

istimewa
Dengan Robot Kolaboratif, manufaktur Indonesia akan mampu mencapai produktivitas yang lebih tinggi dan manfaat yang efektif 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Universal Robots (UR), pemimpin pasar teknologi robot kolaboratif (cobot) yang berbasis di Denmark, mendorong perusahaan manufaktur Indonesia untuk segera mengadopsi penggunaan collaborative robots (cobot).

Hal ini sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil serta mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Sektor industri manufaktur di Indonesia telah memberikan kontribusi sebesar 19,87 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional selama kuartal kedua tahun 2020. 

Meski sektor tersebut sempat terpukul akibat pandemi Covid-19 dan menyusut hingga 4,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode Juli – September 2020 , namun pada kuartal pertama tahun ini, industri
non-migas telah mampu membantu negara dalam pemulihan ekonomi.

Menurut IHS Market, Indonesia mampu menandai rekor tertinggi Purchasing Managers Index (PMI) dalam 10 tahun terakhir sejak diluncurkannya survei tersebut pada tahun 2011, dengan kenaikan yang cukup tajam 2,3 poin dari 50,9 poin pada Februari 2021 menjadi 53,2 di bulan Maret 2021.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Roket Bom Al Qassim, Milik Kelompok Jihad Islam Palestina yang Gempur Israel

Baca juga: Rekan Indonesia Minta Dinas Kesehatan DKI Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Di kawasan ASEAN, Indonesia telah mencatatkan kinerja terbaik dalam lima bulan terakhir. Selain itu, berbagai stimulus juga telah diberikan oleh pemerintah untuk memastikan sektor manufaktur berkembang pesat dan
terus mencerminkan pertumbuhan yang positif.

Menurut laporan "Collaborative Robot Market by Payload, Component, Application, Industry, and Geography - Global Forecast to 2026" yang dikeluarkan oleh Lembaga Riset “Markets and Markets”, cobot semakin banyak diadopsi oleh berbagai industri khususnya di bidang manufaktur karena adanya keuntungan-keuntungan yang diperoleh, seperti peningkatan produktivitas dan SDM yang efektif.

James McKew, Regional Director of Asia-Pacific di Universal Robots, melalui keterangan, Senin (17/5/2021) menjelaskan, secara global, pasar cobot diharapkan akan mencapai US $7.972 juta pada tahun 2026 dengan CAGR 41,8%. Untuk wilayah APAC, pasar cobot diperkirakan akan melampaui pasar Eropa pada tahun 2021, dikarenakan semakin banyaknya industri manufaktur berskala besar seperti sektor otomotif, elektronik, dan logam yang menggunakan cobot.

Penggunaan teknologi robotika telah menunjukkan manfaat yang besar bagi industri di Indonesia dan semakin membantu pemerintah dalam mewujudkan visinya untuk membangun industri 4.0. Industri manufaktur Indonesia akan sangat diuntungkan dengan adanya teknologi robotika yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan tugas berulang dalam ruang yang terbatas dan terstruktur.

Baca juga: Bima Arya Tutup 17 Kolam Renang di Kota Bogor, Pengurus RT Diminta Data Warga yang Pulang Mudik

Baca juga: Swab Test Antigen Gratis di Polsek Pamulang, 10 Pemudik Positif Covid-19, Kapolsek: Isolasi Mandiri

Cobot dapat bekerja sepanjang waktu untuk menghasilkan pekerjaan yang konsisten dengan kondisi kerja yang membutuhkan intensitas tinggi tanpa istirahat. Indonesia memiliki potensi besar dalam mengimplementasikan otomatisasi pada industri dalam negeri, namun saat ini tingkat otomatisasi tersebut masih sangat rendah.

Untuk per 10.000 karyawan, industri manufaktur Indonesia hanya memiliki 440 robot, lebih rendah dari Cina dan Korea Selatan yang masing-masing memiliki 732 dan 2.589 robot per 10.000 karyawan pada tahun 2019.

Halaman
12
Editor: Agus Himawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved