Breaking News:

Penyebaran Covid19

Ahmad Riza Patria Minta Pendatang tidak ke Jakarta Mencari Kerja untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada pendatang agar tidak ke Jakarta saat pandemi Covid-19.

WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pendatang baru agar tak datang ke ibu kota, sebab dikhawatirkan membawa virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kepada pendatang agar tidak ke Jakarta saat pandemi Covid-19.

Politikus Partai Gerindra ini lalu mengingatkan, tentang adanya varian Covid-19 baru dari India, Inggris dan Afrika Selatan.

“Kami mohon maaf bagi yang kembali ke Jakarta untuk tidak membawa seperti tahun-tahun selama ini, dari dulu setiap habis lebaran itu yang pulang kampung membawa temannya, saudaranya ke Jakarta,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Senin (17/5/2021).

Ariza mengatakan, warga pendatang sebetulnya tidak harus ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Saksikan Kadin DKI Suntik Modal dan Bantuan untuk UMKM JakPreneur

Baca juga: Ahmad Riza Patria Klaim Belum Dapat Laporan Negatif soal Pembelajaran Tatap Muka

Di daerah masing-masing para pendatang, kata dia, juga terdapat banyak hal yang dapat dikerjakan untuk menghasilkan duit.

“Kami mengimbau dan menyarankan karena di Jakarta sudah cukup padat sebagai Ibu Kota. Mari kita bekerja di daerah masing-masing, masih banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan bersama-sama dan bersinergi dengan semua,” jelasnya.

Ariza mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta telah berkolaborasi dengan kepala daerah yang ada di wilayah Bodetabekjur untuk meningatkan pengawasan kepada para pemudik dan pendatang menuju Jakarta.

Penyekatan berupa pemeriksaan dokumen SIKM, swab antigen dan PCR juga dilakukan di sejumlah tempat yang menjadi perbatasan Jakarta dengan daerah lain.

“Semua yang kembali ke Jakarta setelah dikoordinasikan dengan daerah asal ada selektif dari daerah setempat. Kemudian di jalan akan dilakukan pemeriksaan, termasuk tadi yang saya sampaikan rapid antigen dan PCR dilakukan,” imbuhnya.

“Apabila sampai di Jakarta akan dilakukan nanti pengecekan pemeriksaan di tingkat RT dan RW. Jadi memang semua harus dipastikan dalam posisi yang aman, jadi jangan sampai kembali ke Jakarta membawa virus, sehingga semuanya kami cek sampai ke tingkat RT/RW,” tambahnya.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Persilakan Blessmiyanda Lapor ke Polisi Dugaan Pencemaran Nama Baik

Baca juga: Wagub DKI Ahmad Riza Patria Menyesalkan Terjadi Kerumunan The Jakmania di Bundaran HI

Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta telah membuat aplikasi Data Warga yang dapat diakses oleh Ketua RT dan RW untuk mendata pendatang maupun pemudik yang kembali ke lingkungannya.

Para Ketua RT dan RW akan memasukkan bukti pemeriksaan antigen maupun PCR di kolom yang disediakan pada portal datawarga-dukcapil.jakarta.go.id.

Bagi pemudik dan pendatang yang dinyatakan reaktif saat pemeriksaan antigen, bakal menjalani swab PCR.

Sementara bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil PCR, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terkendali yang disediakan pemerintah, maupun rumah sakit rujukan bila mengalami gejala sedang hingga berat.

“Pemudik itu kan tidak langsung dikarantina, karena yang dikarantina itu kan yang dari luar negeri. Kalau dari kampung ke Jakarta tidak dikarantina kecuali yang bersangkutan positif, langsung dibawa ke RSDC Wisma Atlet, hotel atau ke RS sesuai dengan bobot Covid-19 itu sendiri,” jelasnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved