Breaking News:

Berita Jakarta

Takut Dipolisikan usai Tragedi Perusakan Pagar TPU Utan Kayu, Pelaku Minta Maaf

Pengelola TPU Utan Kayu enggan menempuh jalur hukum atas insiden yang mengakibatkan sekelompok peziarah merusak pagar utama TPU Utan Kayu. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Feryanto Hadi
Junianto Hamonangan
Pelaku provokator yang melakukan aksi perusakan pagar TPU Utan Kayu, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (14/5/2021) meminta maaf dan kasusnya berakhir damai. 

WARTAKOTALIVE.COM, PULOGADUNG-- Kasus perusakan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Utan Kayu, Pulogadung, Jakarta Timur yang terjadi pada Jumat (14/5/2021) lalu dan sempat viral di media sosial berakhir damai.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Christian Hutagalung mengatakan dua pelaku provokator yang diamankan jajaran Polsek Pulogadung telah meminta maaf. 

"Sudah diproses (dibina) kemarin hingga malam di Polsek Pulogadung. Mereka sudah membuat surat pernyataan dan dalam pantauan petugas," ujar Christian, Sabtu (15/5/2021).

Baca juga: Sebanyak 1,4 juta lebih Warga Sudah Jalani Vaksinasi Covid-19 di Jakarta

Alhasil pihaknya selaku pengelola TPU Utan Kayu enggan menempuh jalur hukum atas insiden yang mengakibatkan sekelompok peziarah merusak pagar utama TPU Utan Kayu

Keputusan ini diambil setelah kedua pelaku telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Para pelaku pun diminta agar tidak lagi mengulangi perbuatannya tersebut. 

Baca juga: Cari Jalur Tikus ke Puncak, 2.115 Kendaraan Diputar Balik di Sentul

Baca juga: Israel-Hamas Masih Saling Serang, Maskapai AS Hentikan Penerbangan ke Tel Aviv

"Sehubungan dengan para pelaku adalah warga setempat yang memang sudah dikenal maka akan dilakukan pembinaan," kata Christian.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga yang menolak larangan ziarah melakukan pengrusakan dan menjebol pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Utan Kayu, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (14/5/2021). 

Camat Pulogadung Bambang Pangestu mengatakan aksi pengrusakan pagar TPU Utan Kayu sekitar pukul 14.30 WIB itu dirusak akibat adanya provokator pada kelompok peziarah. 

"Saat kejadian TPU dijaga 12 orang. Tapi karena ada yang menjadi provokator warga merusak pagar TPU," kata Bambang, Sabtu (15/5/2021). 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved