Pasar Modal

Resmi Melantai di Bursa Saham, Lucy in The Sky Manfaatkan Dana IPO untuk Lanjutkan Rencana Ekspansi

Berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp 33,7 miliar, Lucy in The Sky melanjutkan rencana ekspansi bisnisnya ke sejumlah kawasan.

Istimewa
PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. pemilik dan pengelola Lucy in The Sky, restoran berkonsep outdoor pertama di Indonesia, berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp 33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham setelah menggelar Initial Public Offering (IPO) dan bersiap melanjutkan rencana ekspansi bisnisnya. 

- Lucy in The Sky resmi melantai di bursa saham

- Dana IPO untuk lanjutkan rencana ekspansi bisnis

- Restoran konsep outdoor pertama di Indonesia

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mulai 5 Mei 2021, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. pemilik dan pengelola Lucy in The Sky telah resmi melantai di bursa saham.

Perseroan berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp 33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham setelah menggelar Initial Public Offering (IPO).

Dengan dana tersebut, perseroan telah melanjutkan rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis.

Baca juga: Analis Sebut PNS Bisa Gunakan THR untuk Dapat Cuan Dividen Saham di Momen Lebaran

Baca juga: FTX yang Didirikan Sam Bankman Fried Dobrak Batasan Pasar Saham dan Aset Kripto

Ratna Sari Corporate Secretary Lucy in The Sky mengungkapkan., pengembangan perusahaan sudah berjalan sebelum mendapatkan dana dari publik.

“Rencana melakukan ekspansi bisnis sebenarnya sudah berjalan sejak satu bulan sebelum perusahaan melantai di bursa saham," tuturnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/5/2021).

Dipaparkan, sesuai rencana perusahaan untuk melakukan pengembangan, setelah mendapatkan dana dari publik, pada kuartal II/2021 perseroan telah merealisasikan strategi pengembangan, di antaranya; renovasi gerai Lucy in The Sky yang berlokasi di SCBD Jakarta yang ditargetkan dapat selesai pada Juni 2021.

Baca juga: Aturan Pemilihan Saham untuk Investasi Unit Link Paling Lama Keluar di Juni 2021

Baca juga: IHSG Diperkirakan Berusaha Keluar dari Tren Pelemahan, Saham Ini Jadi Pilihan 

Selain itu, lanjut Ratna, rencana pembukaan gerai di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak, dan gerai ditargetkan akan dibuka pada bulan September 2021.

Kemudian rencana pembukaan gerai di PIK (Pantai Indah Kapuk), yang sudah masuk dalam proses negosiasi dalam kontrak sewa.

"Kami optimis dapat memenuhi target penjualan di tahun ini dengan memproyeksikan pengembangan gerai kami. Kami pastikan seluruh rencana dapat terealisasi sesuai target perusahaan. Kami juga yakin sektor F&B (Food & Beverage) akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perkonomian Indonesia di tahun 2021,” ujarnya.

Baca juga: Waduh, 3 Juta Peserta Tidak Lanjutkan Asuransi Unit Link Akibat Kesulitan Financial di Masa Pandemi

Baca juga: OJK Wanti-wanti Produk Unit Link, Ada Risiko Besar Bagi Nasabah

Restoran konsep outdoor

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 berada pada kisaran 4,1, persen hingga 5,1 persen.

Menurut Bank Indonesia, perekonomian Indonesia saat ini berada dalam tren perbaikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved