Larangan Mudik

Puan Maharani Puji Kinerja Pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang Konsisten Menerapkan Larangan Mudik

Ketua DPR, Puan Maharani, bangga melihat kinerja pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang konsisten dalam menerapkan kebijakan larangan mudik.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Ketua DPR RI Puan Maharani bangga melihat kinerja pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang konsisten dalam menjalankan tugas, yakni penerapan larangan mudik. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ketua DPR RI Puan Maharani bangga melihat kinerja pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang konsisten dalam menjalankan tugas.

"Saya mengapresiasi, berterima kasih kepada seluruh instansi terkait, TNI, Polri, dan bahwa pada kesempatan yang memang kita harus sama-sama solid, bergotong royong dalam mengantisipasi pengendalian Covid-19 di hari yang fitri," kata Puan, Sabtu (15/5/2021).

Puan menuturkan, seluruh instansi terkait harus sungguh-sungguh mengawal ketentuan peniadaan mudik 6 - 17 Mei 2021.

Baca juga: Setelah Larangan Mudik Selesai, Ini Syarat Untuk Melakukan Perjalanan pada 18-24 Mei 2021.

Baca juga: Pengecualian Larangan Mudik Buat Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Hanya 10 Persen

Menurutnya, seluruh instansi di Bandara Soekarno-Hatta harus dapat melakukan pengendalian dan antisipasi periode arus balik pada H+2 hingga H+6.    

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, mengatakan perseroan selaku operator bandara bersama stakeholder selalu meningkatkan koordinasi dan kesolidan dalam menerapkan kebijakan peniadaan mudik Lebaran.

"Kami selalu meningkatkan koordinasi untuk melakukan pengendalian dan antisipasi, kedatangan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada H+2 dan H+6," kata Awaluddin.

Selain itu, Awaluddin juga menyebutkan, PT Angkasa Pura II bersama seluruh stakeholder berkomitmen menerapkan protokol kesehatan setiap saat.

"Kami meningkatkan koordinasi untuk mengantisipasi kedatangan penumpang pesawat pada H+2 dan H+6," ucap Awaluddin.

Pada kesempatan itu, Awaluddin menyebut jumlah penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta hanya 10 persen dari sebelum adanya larangan mudik Lebaran 2021.

Menurut Awaluddin, hal ini karena selama pelarangan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 yang menggunakan angkutan udara hanyalah yang dikecualikan saja.

"Dengan adanya pengecualian penumpang tersebut, jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta hanya 10 persen jika dibandingkan dengan sebelum adanya larangan mudik Lebaran 2021," ucapnya.

Baca juga: Polres Tangsel akan Tes Swab Antigen Pemudik yang Kembali ke Rumah Setelah Melanggar Larangan Mudik

Baca juga: Soekarno-Hatta Jadi Bandara yang Solid Terapkan Kebijakan Larangan Mudik Lebaran, Ini Kata Ketua DPR

Selain itu, Awaluddin juga mengungkapkan, selama larangan mudik Lebaran 2021 Angkasa Pura II bersama seluruh stakeholder berkomitmen menerapkan protokol kesehatan setiap saat.

Sebagai informasi, periode larangan mudik Lebaran ditetapkan pada 6 – 17 Mei 2021.

Pada periode tersebut, pelaku perjalanan yang dikecualikan dari larangan perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi/negara adalah pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non mudik.

Kemudian keperluan mendesak tersebut yakni bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved