Breaking News:

Virus Corona

Positivity Rate Covid-19 Australia di Bawah 1 Persen, Indonesia Sanggup Meniru?

Usaha ini bahkan dilakukan sejak awal, bahkan sebelum kasus pertama ditemukan di Australia.

Editor: Yaspen Martinus
Dokumentasi Pribadi Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. 

Bahkan Dicky menyebutkan jika working from home tetap dilakukan beberapa bulan setelahnya, dan dijadikan sebagai pilihan pertama untuk pekerja.

Ditambah pula kapasitas testing dan tracing secara optimal.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Larangan Mudik Berhasil Kurangi 50 Persen Warga Keluar dari Jakarta

Hasilnya, test positivity rate sudah berada di bawah 1% selama 6 bulan.

Saat ini, menurut pemaparan Dicky, positivity rate Australia berada di kisaran 0,2%.

Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengam Indonesia yang berada di atas 10%.

Baca juga: Jika Merasa Dirugikan, 75 Pegawai KPK yang Dibebastugaskan Bisa Menggugat ke PTUN

Lantas, apakah Indonesia dapat melakukan hal serupa Australia?

Menurut Dicky, Indonesia saat ini sepertinya tidak akan sanggup melakukan lockdown secara serentak, terutama dalam skala besar, karena dirasa terlalu berat.

Melihat Indonesia saat ini, level terburuknya adalah berada di community transmision.

Baca juga: Pegawai Tak Lulus: Tak Ada Lagi Kolektif Kolegial di KPK, Firli Bahuri yang Getol Dorong TWK

Berbeda dengan Australia yang sudah beberapa lama tidak ada kasus baru. Kalau pun memang ingin melakukan pembatasan, tentunya tidak terlalu besar.

"Tidak akan sanggup."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved