Breaking News:

Virus Corona

Positivity Rate Covid-19 Australia di Bawah 1 Persen, Indonesia Sanggup Meniru?

Usaha ini bahkan dilakukan sejak awal, bahkan sebelum kasus pertama ditemukan di Australia.

Editor: Yaspen Martinus
Dokumentasi Pribadi Dicky Budiman
Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Positivity rate Covid-19 di Australia di bawah 1%.

Selain itu, kini tidak ada penularan baru maupun kasus Covid-19 aktif di Negeri Kanguru tersebut.

Penggunaan masker pun kini tidak diwajibkan, bahkan saat berbelanja. Namun, memakai masker masih tetap disarankan.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 14 Mei 2021: Dosis Pertama 13.699.393, Suntikan Kedua 8.921.431 Orang

Menurut pejabat sementara James Merlino, Menteri Utama Victoria, masker masih harus digunakan bila bepergian menggunakan transportasi umum, taksi, di rumah sakit, dan di rumah perawatan lansia.

Menurut Dicky Budiman, ahli epidemiologi Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University, apa yang terjadi di Australia tidaklah mengherankan.

Hal ini merupakan buah manis dari strategi berbasis sains yang cepat, kuat, dan tepat.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 14 Mei 2021: Pasien Baru Tambah 2.633, Sembuh 3.807 Orang, 107 Wafat

Usaha ini bahkan dilakukan sejak awal, bahkan sebelum kasus pertama ditemukan di Australia.

"Begitu Wuhan meledak, kapasitas testing sudah dilakukan, penjagaan pintu keluar juga telah diperketat. Komunikasi juga telah dibangun," ungkapnya kepada Tribunnews, Sabtu (15/5/2021).

Negara Kanguru ini telah membangun kesadaran semua pihak sejak awal.

Baca juga: Gempa 7,2 SR Guncang Nias, Tak Berpotensi Tsunami

Kemudian, ketika kasusnya menyentuh dua digit, Australia langsung melakukan lockdown.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved