Breaking News:

PPKM Mikro

Airlangga Hartarto Terapkan PPKM Mikro untuk Mengantisipasi Pemudik Terinfeksi Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pemerintah mengantisipasi meningkatnya virus corona, lewat berbagai kebijakan.

Editor: Valentino Verry
Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah kembali menerapkan PPKKM mikro untuk mengantisipasi lonjakan virus corona, akibat mudik Lebaran. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,  menyatakan pemerintah mengantisipasi meningkatnya virus corona, lewat berbagai kebijakan.

Pada intinya, pemerintah berusaha menekan mobilitas masyarakat dengan peniadaan mudik agar tak ada penambahan kasus. 

Dari data awal, di mana yang ingin mudik sebanyak tujuh persen atau sekitar 17 juta orang, tapi sudah diantisipasi dengan operasi ketupat dan penyekatan-penyekatan yang dilakukan. 

Namun, data dari Kementerian Perhubungan menyebutkan, ada sekitar 1,5 juta orang yang memaksakan mudik, sehingga pemerintah mengambil antisipasi tambahan jika ada pemudik terinfeksi Covid-19 di tempat mudik. 

Baca juga: Pembukaan Objek Wisata Saat Larangan Mudik Lebaran, Airlangga Hartarto: Yang Atur Pemda Setempat

Baca juga: Puan Maharani Puji Kinerja Pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang Konsisten Menerapkan Larangan Mudik

"Ini tentunya kebijakan yang diambil adalah dengan memperketat PPKM mikro. Dengan ketatnya PPKM mikro diharapkan mereka yang terdampak ataupun yang dites positif bisa lakukan isolasi di daerah masing-masing," ujar Airlangga, Sabtu (15/5/2021). 

Demikian juga, saat akan kembali ke Jakarta sudah disediakan beberapa tempat untuk tes swab PCR maupun antigen bagi pemudik

"Kalau untuk Sumatera di Pelabuhan Bakauheni dan beberapa titik di Pulau Jawa akan dipakai untuk monitor mereka yang akan kembali ke Jakarta," kata Airlangga. 

Kendati demikian, dia menambahkan, memang ada beberapa provinsi dengan tingkat hunian kamar rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) cukup tinggi. 

"Di Sumatera yang cukup tinggi yaitu Riau 60 persen, Sumatera Utara 57 persen, Sumatera Barat 47 persen. Selanjutnya, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Barat 45 persen," pungkasnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan ada sejumlah ketentuan untuk masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada 18-24 Mei 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved