Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Survei: 80,8 Persen Orang Indonesia Bersedia Divaksin Covid-19, Penggunaan Masker Tertinggi di Bali

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang digelar Kementerian Kesehatan bersama University of Maryland, dengan kemitraan bersama Facebook.

AFP/CARLOS OSORIO POOL
Sebanyak 80,8 persen masyarakat Indonesia bersedia divaksin Covid-19, berdasarkan hasil survei terbaru yang digelar Kementerian Kesehatan bersama University of Maryland, dengan kemitraan bersama Facebook. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sebanyak 80,8 persen masyarakat Indonesia bersedia divaksin Covid-19.

Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang digelar Kementerian Kesehatan bersama University of Maryland, dengan kemitraan bersama Facebook.

Survei yang memaparkan tingkat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan kesediaan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 ini, berlangsung pada 10 Januari-31 Maret 2021.

Baca juga: Tak Lagi di Jawa, Peningkatan Kasus Covid-19 Kini Terjadi di Sumatera, Naik Hingga 27,22 Persen

“Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari Covid-19 Symptom Survey."

"Yang menyatakan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6% menjadi 19,2% selama periode Januari-Maret 2021 ini," ujar Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, lewat keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021).

Pengumpulan data Covid-19 Symptom Survey dilakukan oleh University of Maryland, dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden.

Baca juga: Jokowi: Semoga Hari Kemenangan Ini Jadi Momentum Kita Bangkit dan Menang Lawan Pandemi Covid-19

Selain responden dari Indonesia, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan di luar platform Facebook.

Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia Ruben Hattari mengatakan, survei dilakukan dengan mengedepankan privasi koresponden dan merupakan bantuan Facebook sebagai upaya penanggulangan Covid-19.

"Saya berharap laporan survei ini, yang di mana tanggapannya dikirim ke para peneliti langsung dan tidak dapat diakses oleh Facebook, dapat membantu mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi."

Baca juga: Berlebaran Aman dan Nyaman di Masa Pandemi Covid-19, Jangan Bersalaman Atau Berpelukan

"Saya juga berharap agar kami dapat terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tidak hanya di tahun ini, namun seterusnya,” tutur Ruben.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved