Breaking News:

Lebaran 2021

Cegah Kerumunan, Polda Metro Kerahkan Personil ke Mal, Pasar Tradisional dan Tempat Wisata

Polisi akan menempatkan petugasnya di sejumlah titik di sekitar akses masuk tempat wisata yang ada.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, dalam apel siaga pasukan pengamanan Idul Fitri dan perayaan Kenaikan Isa Almasih, Rabu (12/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-- Mengantisipasi membeludaknya pengunjung atau adanya kerumunan warga, Polda Metro Jaya langsung melakukan pengamanan dan pemantauan penerapan protokol kesehatan di sejumlah sentra ekonomi dan tempat wisata, pasca Hari Raya Idul Fitri.

"Personel gabungan langsung melaksanakan pengamanan di 19 pusat perbelanjaan, 7 pasar tradisional dan 6 lokasi wisata. Jadi sentra ekonomi dan tempat wisata jadi fokus kita setelah pengamanan hari raya Idul Fitri," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam keterangannya, Kamis (13/5/2021).

Menurutnya penerapan larangan mudik, berpotensi sejumlah sentra ekonomi baik mal dan pasar tradisional serta tempat wisata diserbu pengunjung.

Baca juga: Polda Metro Pastikan Malam Takbiran dan Perayaan Idul Fitri Kondusif

"Kami akan antisipasi hal itu. Sata sampaikan kepada personel yang bertugas agar tetap memberikan perlindungan ke masyarakat," katanya.

Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah menyiapkan pengamanan di sejumlah tempat wisata untuk mengantisipasi ramainya pengunjung pada saat Hari Raya Idul Fitri pada 13 dan 14 Mei 2021.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan bahwa pihaknya akan menempatkan petugasnya di sejumlah titik di sekitar akses masuk tempat wisata yang ada.

Sesuai ketentuan kata Sambodo bahwa pengunjung tempat wisata hanya boleh 30 persen saja dari kapasitas pengunjung, dan pembelian tiket dilakukan secara online.

"Kami akan berkoordinasi dengan pengelola tempat wisata. Jika jumlah pengunjung sudah 30 persen, maka akses jalan menuju tempat wisata kami tutup dan kami putar balik. Ini untuk menghindari kerumunan di tempat wisata," kata Sambodo, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Mengintip Suasana Lebaran Anies di Rumahnya Lebak Bulus, Kenakan Sorban Palestina Beri Pesan Ini

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota DKI pada Senin (10/5/2021).

Rapat itu juga dihadiri oleh kepala daerah di wilayah Jabodetabekjur maupun perwakilannya.

Untuk kawasan wisata kata Anies disepakati maksimal pengunjung 30 persen.

Kebijakan ini tidak berlaku bagi tempat wisata yang masuk dalam wilayah zona merah dan oranye, dimana mereka harus menghentikan sementara aktivitasnya.

“Maksimal pengunjung 30 persen, hal ini untuk menerima pengunjung beridentitas setempat, sehingga tempat wisata di Bogor hanya menerima pengunjung dari Bogor, tempat wisata di Jakarta hanya menerima pengunjung yang memiliki KTP Jakarta,” ujar Anies.

Baca juga: Banyak Warga yang tidak Bisa Masuk Taman Impian Jaya Ancol saat Libur Idulfitri, Ini Penyebabnya

“Itu beberapa kesepakatan yang nanti akan diatur di dalam surat keputusan, surat edaran atau seruan oleh masing-masing kepala daerah,” tambah Anies.

Perlu diketahui, rapat koordinasi wilayah Jabobetabek-Cianjur juga dihadiri oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurrachman; Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran; Kajati DKI Asri Agung Putra; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria; Wali Kota Bogor Bima Arya; Bupati Bogor Ade Yasin; Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono; serta perwakilan pemerintahan Kota; Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi, dan perwakilan Kabupaten; Tangerang dan Cianjur.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved