Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri

Berlebaran Aman dan Nyaman di Masa Pandemi Covid-19, Jangan Bersalaman Atau Berpelukan

Para kepala daerah setempat juga diingatkan menjadi teladan bagi masyarakat.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Covid-19 bisa berhenti penularannya dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. 

Ketiga, masyarakat yang berkegiatan diimbau tidak mengunjungi fasilitas umum dengan alternatif melakukan kegiatan tamasya atau berbelanja secara online.

Dan tidak diperbolehkan bagi penyelenggara fasilitas umum dan masyarakat membuka sektor fasilitas umum.

Baca juga: Seperti Tahun Lalu, Besok Jokowi dan Keluarga Salat Idulfitri di Istana Bogor

Para kepala daerah setempat juga diingatkan menjadi teladan bagi masyarakat.

"Jangan sampai ada kepala daerah yang menjadi batu sandungan karena melanggar protokol kesehatan," tutur Wiku.

Meskipun dirasa tidak ideal, anjuran ini bentuk pencegahan yang merupakan bagian penting mempercepat penyelesaian pandemi Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Bakal Dikebut Usai Ramadan, Target 1 Juta Orang per Hari

Covid-19 bisa berhenti penularannya dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Selain kedua zona tersebut, Satgas juga memberikan anjuran bagi masyarakat yang tinggal di zona kuning (rendah) dan zona hijau (tidak ada kasus baru/tidak terdampak).

Di antaranya, Salat Id berjemaah dihadiri maksimal 50% kapasitas, dilengkapi alat kelengkapan suhu, dan jemaah memakai masker selama salat.

Baca juga: Empat Pimpinan KPK Diminta Lebih Tonjolkan Hati Nurani, Pegawai Tak Lulus TWK: Gaji Mereka Besar Loh

Bagi masyarakat yang demam atau bergejala Covid-19 diminta tidak salat.

Juga bagi lansia, orang baru sembuh dari penyakit dan baru datang dari perjalanan jauh, juga tidak disarankan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved