Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri

Berlebaran Aman dan Nyaman di Masa Pandemi Covid-19, Jangan Bersalaman Atau Berpelukan

Para kepala daerah setempat juga diingatkan menjadi teladan bagi masyarakat.

Editor: Yaspen Martinus
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, Covid-19 bisa berhenti penularannya dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Meski berada di zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang), masyarakat masih bisa berlebaran dengan aman dan nyaman, dengan mengikuti anjuran dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (12/5/2021).

"Untuk masyarakat yang berada di zona merah dan oranye, akan diberlakukan beberapa imbauan yang sifatnya cukup ketat."

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 12 Mei 2021: Dosis Pertama 13.678.323, Suntikan Kedua 8.908.265 Orang

"Mengingat risiko penularan Covid-19 yang cukup tinggi," kata Wiku.

Pertama, masyarakat dibolehkan melaksanakan salat serta seluruh rukunnya di rumah dengan cara berjemaah.

Sebaliknya salat berjamaah di masjid tidak diperbolehkan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 12 Mei 2021: Pasien Baru Tambah 4.608 Orang, 4.671 Sembuh, 152 Wafat

Kedua, tradisi silaturahmi diperbolehkan secara virtual.

Tidak diperbolehkan silaturahmi seperti bersalaman atau berpelukan.

"Manfaatkanlah teknologi yang ada untuk silaturahmi virtual."

Baca juga: Lebaran di Tengah Pandemi, Menteri Agama Bakal Jadi Imam dan Khatib Salat Idulfitri di Rumahnya

"Pemberian bingkisan bisa melalui metode paket atau transfer," ujar Wiku.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved