Breaking News:

Tak Boleh Tangani Perkara Lagi, Novel Baswedan: TWK Asesmen Lho, Bukan Seleksi, Ini Sewenang-wenang!

Dalam SK tersebut, Novel dan 74 pegawai lainnya harus menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pimpinan masing-masing.

WARTA KOTA/IGMAN IBRAHIM
Nama Novel Baswedan masuk dalam daftar 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan alasan Ketua KPK Firli Bahuri mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penonaktifkan dirinya, dan 74 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK).

Dalam SK tersebut, Novel dan 74 pegawai lainnya harus menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada pimpinan masing-masing.

"Maksudnya, tujuannya apa tidak boleh menangani perkara?"

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 12, di Jawa Cuma Satu

"Itu sebenarnya tidak ada korelasi tuh," kata Novel lewat keterangan tertulis, Selasa (11/5/2021).

Menurut Novel, tak lulus asesmen TWK tak ada kaitannya dengan penonaktifan pegawai.

Tak lulus uji TWK, menurut Novel, sejatinya hanya berimbas pada statusnya yang belum menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Vaksinasi Covid-19 Diliburkan Dua Sampai Empat Hari

"Lulus tidak lulus asesmen, ini asesmen lho, bukan penyaringan, bukan seleksi."

"Artinya tidak akan putus, dan tindakan itu kan bisa dilihat sebagai tindakan yang sewenang-wenang," tutur Novel.

Novel merasa statusnya kini terombang-ambing tak ada kejelasan.

Baca juga: KPK Nonaktifkan 75 Pegawai yang Tak Lulus TWK untuk Hindari Masalah Hukum Penanganan Kasus

Dirinya dan 74 pegawai lainnya tidak dipecat, namun juga dibatasi kinerjanya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved