Salat Idul Fitri

RT Zona Hijau dan Kuning di Kota Bogor Boleh Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan, Ini Panduannya

RT Zona Hijau dan Kuning di Kota Bogor Diperbolehkan Gelar Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan. Bima Arya terbitkan panduannya.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Dok. Pemkot Bogor
RT Zona Hijau dan Kuning di Kota Bogor Boleh Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan, Ini Panduannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - RT Zona hijau dan kuning di Kota Bogor diperbolehkan gelar salat Idul Fitri di masjid dan lapangan. Ini panduannya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/2522-Huk.HAM tentang Panduan Penyelenggaraan Menyambut Idul Fitri 1442 H/2021 M Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

Salah satu poinnya diperbolehkan diselenggarakannya salat Idul Fitri di masjid dan lapangan di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19, yaitu RT yang masuk dalam zona hijau dan zona kuning dengan protokol kesehatan ketat atau berdasarkan penetapan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Sementara salat Idul Fitri dilarang dilaksanakan di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan oranye) agar dilakukan di rumah masing-masing sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas islam lainnya.

Baca juga: Bima Arya Ajak ASN Kota Bogor Bayar Zakat di Baznas, Berdampak kepada Kesalehan Sosial

Syarat pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan :

1. Salat Idul Fitri dilakukan sesuai rukun salat dan khutbah diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir.

2. Jemaah salat Idul Fitri yang hadir tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas tempat agar memungkinkan untuk menjaga jarak antar shaf dan antar jemaah.

3. Panitia salat Idul Fitri dianjurkan menggunakan alat pengecek suhu (thermogun) dalam rangka memastikan kondisi sehat jemaah yang hadir.

4. Bagi para lansia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat Idul Fitri di masjid dan lapangan.

Baca juga: Pandemi Covid-19 PAD Kota Bogor Turun, Bima Arya Inginkan Komparitf dengan Wilayah lain di Jabar

5. Seluruh jemaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan shalat Idul Fitri dan selama menyimak khutbah di masjid dan lapangan.

6. Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.

7. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi dengan pembatas transparan antar khatib dan jemaah.

8. Seusai pelaksanaan salat Idul Fitri, jemaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dengan bersentuhan secara fisik.

Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 H di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (24/5/2020).
Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 H di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (24/5/2020). (Biro Pers Setpres/Lukas)

Perlu diingat, panitia wajib berkoordinasi dengan Pemkot Bogor melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui status zona dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, aman dan terkendali.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas agar standar protokol kesehatan dijalankan dengan baik.

Takbiran

Malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri dapat dilaksanakan di masjid dan musala dengan ketentuan berikut:

1. Dilaksanakan secara terbatas maksimal 10 persen dari kapasitas dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat

2. Kegiatan takbir keliling ditiadakan untuk mengantisipasi adanya kerumunan

3. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid dan mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi.

Ziarah Kubur Ditiadakan

Sementara, ziarah kubur ditiadakan untuk pengunjung di seluruh pemakaman di Kota Bogor terhitung sejak 12 Mei sampai dengan 16 Mei 2021, kecuali untuk kegiatan pemakaman.

Silaturahim dalam rangka Idul Fitri agar hanya dilakukan bersama keluarga terdekat dan tidak menggelar kegiatan Open House/Halal bi Halal di lingkungan kantor atau komunitas.

Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, menuturkan, Surat Edaran Wali Kota Bogor menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 disaat pandemi Covid-19 tertanggal 6 Mei 2021.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kota Bogor, Ade Sarmili menyatakan pihaknya dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor akan mengikuti surat edaran yang dikeluarkan Menteri Agama (Menag) maupun Wali Kota Bogor mengenai Panduan Penyelenggaraan Menyambut Idul Fitri 1442 H/2021 M Pada Masa Pandemi Covid-19.

"Kami sudah sebar surat edaran tersebut ke DKM-DKM yang ada di Kota Bogor," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved