Mudik Lebaran

Kebijakan Larangan Mudik Lebaran, Kapolri Mohon Maaf dan Minta Masyarakat Maklum

Kapolri meminta maaf kepada masyarakt terkait larangan mudik Lebaran. Aturan larangan mudik ini demi kesehatan masyarakat.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala BNPN Doni Monardo saat konferensi pers di Pos Penyekatan KM 31 Cikarang Barat, Ruas Tol Jakarta Cikampek, Rabu (12/5/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI- Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo memohon maaf kepada masyarakat atas kebijakan larangan mudik Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442/ 2021.

Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat memaklumi atas kebijakan pemerintah tersebut.

Alasannya, kebijakan itu demi kebaikan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Kami mohon maaf, mohon maklum kepada masyarakat," kata Kapolri dalam konferensi pers di Pos Penyekatan KM 31 Cikarang Barat, Ruas Tol Jakarta Cikampek,  Rabu (12/5/2021).

"Bahwa pemerintah khususnya kami aparat yang tergabung dalam proses penyekatan atau peniadaan mudik tidak bermaksud untuk melarang masyarakat mudik," katanya lagi.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Kebijakan Penyekatan Tekan 70 Persen Pemudik

Baca juga: Pemudik Mulai Berkurang, Kapolri Kini Antisipasi Arus Balik

Larangan mudik Lebaran itu dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dari risiko penularan Covid-19.

Menurut dia, para pemudik biasanya melakukan silaturahim kepada keluarganya yang biasanya usianya lebih senior atau lebih lanjut.

"Tentu itu ada risiko apabila terpapar maka risikonya itu tiga kali lipat daripada yang muda itu maka kita jaga betul."

"Jangan sampai disituasi mudik lebaran ini terjadi peningkatan angka Covid-19," tutur dia.

Dia menambahkan, mudik tetap bisa dilaksanakan tentunya dengan cara-cara masa kini yaitu secara virtual menggunakan video yang ada dalam aplikasi ponsel pintar.

"Diharapkan itu bisa mengurangi risiko dan tidak mengurangi momentum kita untuk bersilaturahmi," ucapnya.

Baca juga: H-1 Lebaran, Petugas Gabungan Tetap Putar Balik Pemudik di Titik Penyekatan Mudik Lebaran

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Karawang Tangkap Provokator Pemudik di Pos Penyekatan

Sedangkan pada arus balik pemudik, dia meminta setiap pemerintah daerah mempersiapkannya secara baik yaitu memastikan para pemudik balik dalam keadaan sehat.

Dia meminta perhatiannya dalam pengawasan kegiatan di wilayah aglomerasi saat libur Lebaran.

Harapannya, upaya-upaya itu dapat menekan angka penyebaran Covid-19.

Lantas, dia mengingatkan para pemangku kepentingan agar meningkatkan PPKM miktro di wilayah tujuan.

Para pemudik itu kemungkinkan lolos di penyekatan, kemudian hendak balik ke Jakarta sehingga harus dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Sedangkan mereka yang masuk ke Jakarta dipastikan dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

"Kita harapkan betul kita tekan diangka dibawah 10.000 sehingga kalau ini dapat dilaksanakan dengan baik program lainnya khususnya pemulihan ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved