Breaking News:

Larangan Mudik

Untuk Mencegah Kerumunan, Polda Metro Jaya Biarkan Pemudik Bersepeda Motor Lolos di Kedungwaringin

Polisi meloloskan pemudik bersepeda motor di pos penyekatan Kedungwaringin untuk mencegah terjadi kerumunan.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, seberapapun besar dan kuatnya personel yang diturunkan untuk melakukan penyekatan mudik, yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif masyatakat. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan untuk mengantisipasi jebolnya pos penyekatan pemudik di Kedungwaringin, Bekasi, pihaknya sudah menambah jumlah pasukan dan menambah pos penyekatan di sana sejak Senin (10/5/2021) malam.

Tapi katanya volume kendaraan terutama sepeda motor yang hendak mudik keluar Bekasi menuju arah ke Karawang cukup besar dan luar biasa.

"Dan masyarakat tetap memaksa untuk bisa lolos dan tak mau diputar balik. Ketika itulah malahan membuat kerumunan yang justru berbahaya bagi kesehatan masyarakat itu sendiri," kata Sambodo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Puluhan Ribu Pemudik Diputar Balik di Pos Penyekatan Kedungwaringin Didominasi Pengendara Motor

Apalagi kata Sambodo banyak pemudik yang membawa anak-anak bahkan bayi.

"Sehingga kami lakukan diskresi kepolisian dengan membuka penyekatan sementara dan membiarkan mereka lolos. Ini untuk memecah kerumunan," kata Sambodo.

Meski lolos, kata Sambodo, tak jauh dari pos penyekatan Kedung Waringin ada lagi pos penyekatan Tanjungpura yang jaraknya hanya sekitar 1 km.

Baca juga: Irjen Fadil Imran Ungkap 1,2 Juta Warga Jakarta Berhasil Mudik, meski ada Penyekatan Larangan Mudik

"Jika di sana lolos untuk masuk Karawang akan ada lagi penyekatan. Jika masih lolos, masuk ke Subang juga akan ada penyekatan. Begitu pula saat masuk Indramayu, Cirebon dan lainnya. Ke Kota manapun, saat akan masuk akan ada penyekatan. Jadi yang Polri lakukan di sini, penyekatan secara berlapis" kata Sambodo.

Ia menjelaskan seberapa besar dan kuat personel yang diturunkan untuk melakukan penyekatan, yang dibutuhkan adalah kesadaran kolektif masyatakat.

"Kesadaran kolektif masyarakat untuk mematuhi aturan pemerintah agar tak mudik. Jadi kami tetap lakukan penyekatan secara persuasif dan humanis," ujar Sambodo.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved