Breaking News:

Lebaran 2021

Pemprov DKI Larang Warganya Silaturahmi saat Lebaran, termasuk Skala Kecamatan

Tujuan larangan ini untuk menyelaraskan kebijakan tentang protokol kesehatan selama momen lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

YouTube@ BNPB Indonesia
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pemerintah tetap melarang warganya untuk bersilaturahmi dengan kerabat saat lebaran Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada Kamis (13/5/2021) mendatang.

Larangan ini bukan hanya skala Jabodetabek, tapi tingkat kecamatan yang ada di Jakarta.

“Tetap silaturahim secara video call (panggilan video) atau aplikasi Zoom dan tidak diperkenankan terjadi pergeseran orang dalam satu titik ke titik yang lain. Silakan silaturahim di rumah masing-masing, jadi tidak perlu datang ke kampung lain kecamatan lain apalagi ke kabupaten/kota lain terlebih provinsi lain. Tidak diperkenankan,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (11/5/2021).

Baca juga: NAHAS, Dongkrak Bermasalah, Sopir Truk Sampah Tewas Tertimpa Bak saat Perbaiki Kendaraannya

Baca juga: Penjelasan Novel Baswedan setelah Resmi Dinonaktifkan dari KPK, Soroti Pertanyaan Krusial saat TWK

Ariza mengatakan, pengawasan mudik lokal di wilayah aglomerasi akan dilakukan oleh unsur TNI dan Polri. Hal itu berdasarkan rapat bersama antar Forkopimda yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI pada Senin (10/5/2021).

Bahkan saat itu, kepala daerah tingkat kota/kabupaten dan provinsi di wilayah Jabodetabekjur menghadiri rapat itu.

Tujuannya untuk menyelaraskan kebijakan tentang protokol kesehatan selama momen lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Baca juga: Salat Idul Fitri di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Hanya Diikuti 50 Persen dari Kapasitas Jemaah

“Sudah ada mekanismenya dan sudah diatur bersama Polda dan Kodam Jaya. Jadi kami minta kesadaran masyarakat dengan menjadikan prokes ini sebagai sebuah kebutuhan dalam rangka memastikan kesehatan dan keselamatan kita semua,” imbuhnya.

“Kami menghadirkan regulasi dan aparat (untuk) sanksi dan sebagainya, tapi yang lebih penting adalah kesadaran kita. Masak semuanya harus diawasi kayak anak-anak TK saja,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Ariza meminta masyarakat untuk lebih dewasa dalam menyikapi pandemi Covid-19. Terlebih sudah banyak warga Ibu Kota yang meninggal dunia akibat terpapar virus tersebut.

Baca juga: Irjen Fadil Imran Ungkap 1,2 Juta Warga Jakarta Berhasil Mudik, meski ada Penyekatan Larangan Mudik

“Semua kebijakan yang diambil dan yang diputuskan oleh pempus dan daerah itu, untuk kepentingan kita semua. Tujuannya untuk memastikan kesehatan dan keselamatan kita terjaga, jadi mohon dipahami tidak bisa semua gang harus ada aparat,” imbuhnya. 

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved