Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

Kasus Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Patok Harga Termurah Rp 2 Juta, Paling Mahal Rp 50 Juta

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mematok harga bervariasi, dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat jadi tersangka kasus jual beli jabatan. 

Sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Seluruh tersangka juga dijerat pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Periksa 18 Saksi

Bareskrim Polri telah memeriksa 18 orang sebagai saksi, sebelum menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Nganjuk.

"Dari penangkapan itu bahwa kita memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan hal tersebut, ada 18 orang saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan," ucap Argo.

Argo menyampaikan, pemeriksaan saksi ini juga menjadi dasar penyidik meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Baca juga: Ucapan Jokowi Soal Bipang Ambawang Bikin Gaduh, Anggota Komisi VI DPR: Kok Lutfi yang Minta Maaf?

"Setelah kita mendapatkan keterangan dari 18 saksi, kemudian pemeriksaan tersangka kemudian kita gelarkan."

"Daripada gelar semuanya itu bahwa kasus ini naik ke tingkat penyidikan," jelasnya.

Harta Rp 116 Miliar, Utang Rp 2 Miliar

Berdasarkan laman e-lhkpn.kpk.go.id, Senin (10/5/2021), Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat memiliki harta kekayaan Rp 116.897.534.669.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved