Breaking News:

Virus Corona

Kapok Sakit, Satu Keluarga Penyintas Covid-19 Enggan Mudik Lebaran Agar Tidak Jadi Pembawa Virus

Satu keluarga penyintas Covid-19 yang berisikan ayah, ibu, dan seorang anak enggan mudik karena tak ingin menjadi pembawa virus.

Penulis: Rizki Amana
Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany saat melepas kepulangan anka disabilitas penyintas covid-19 dari RLC Kota Tangsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Satu keluarga yang berisikan ayah, ibu, dan seorang anak dinyatakan sembuh dari Rumah Lawan Covid-19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) hingga dipulangkan pada Selasa, 11 Mei 2021.

Heryanto (58) selaku dari Kepala Keluarga (KK) itu mengaku berbangga hati karena pemulangannya itu berlangsung sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. 

"Kalau secara psikologis pasti senang. Tapi ya karena juga ini semua ada hikmahnya. Karena saat ini kita tidak boleh mudik juga, dengan kondisi kami juga terpapar. Dan kebetulan sembuh dua hari sebelum Lebaran," katanya saat ditemui di RLC Kota Tangsel, Serpong, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: 34 Persen Penyintas Covid-19 Terkena Gangguan Mental setelah 6 Bulan Sembuh, Waspadai Juga Stroke

Kendati telah dipulangkan dari RLC Kota Tangsel, dirinya mengaku tak akan melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini. 

Sebab, ia bersama keluarganya tersebut telah berkomitmen untuk mengikuti kebijakan Pemerintah Indonesia yang melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2021.

"Jadi ini hikmahnya dua kali menjalani amanah pemerintah nih. (Isolasi-red) dan tidak mudik," katanya. 

Baca juga: 34 Persen Penyintas Covid-19 Terkena Gangguan Mental setelah 6 Bulan Sembuh, Waspadai Juga Stroke

Rasa sakit yang dialaminya itu menjadikan ia bersama sang keluarga pun memutuskan untuk tidak melakoni perjalanan mudik Lebaran

Kendati melawan rasa ingin bertemu dengan keluarga di kampung halamannya, ia bersama keluarga mengaku lebih memilih menahan rasa kangen tersebut. 

Sebab, dirinya mengaku tak mau menjadi carrier atau pembawa virus Corona bagi sanak keluarganya di kampung halaman. 

Pasalnya, sejumlah rasa sakit sempat dirasakan ia bersama keluarga saat menjadi penderita covid-19.

"Kalau terhadap masysrakat sih sebaiknyaa, menurut saya sih ya ditahan dulu apapun bentuknya. Ini bagi teman-teman yang mungkin belum merasakan. Sekarang kami sudah ngerasian, makan tidak enak, tidur tidak enak. Makanya kami harapkan temen temen jaga kesehatan, tetap pakai protokol kesehatan," mintanya. 

Baca juga: Terbang dengan Heli, Mensos Ingin Pastikan Penyintas Bencana di Adonara Terpenuhi Kebutuhan Dasarnya

Seraya dengan sang suami, Gusti Neva (53) meminta agar masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda. 

Sebab, dirinya tak mau menyengsarakan sanak keluraganya dengan rasa sakit akibat terpapar infeksi virus Corona.

"Karena kena covid itu betul-betul enggak enak. Sekarang kami sudah merasakan rasanya tidak enak, kapok, semuanya enggak enak.

Baca juga: Semua Penyintas Berpotensi Alami Long Covid, Waktu Kesembuhan Berbeda Tergantung Kondisi Tubuh

Belum lagi kangen rumah. Patuhi pemerintah, itu saja. Dan tolong mereka para tenaga kesehatan yang sudah berjuang," pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved