Hasil Survei Kemenag RI Sebanyak 94,18 Persen Responden Akan Salat Id di Masjid atau Lapangan

Sebanyak 94,18 persen responden mengaku akan ikut Shalat Ied di masjid atau lapangan.

Editor: Lucky Oktaviano
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Suasana Salat Idul Adha 1441 Hijriah di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara, Jumat (31/7). Untuk Salat Idul Fitri 1442 Hijriah juga akan diberlakukan hal yang sama, yaitu tetap menegakkan protokol kesehatan (prokes). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sebanyak 97,09 persen dari total responden yang berjumlah 2.012 pemeluk Islam di Indonesia mengaku bahwa pandemi tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjalankan ibadah puasa.

Ini adalah salah satu hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang bertajuk "Dinamika Umat Islam Menjalani Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi".

Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Akmal Salim Ruhana menyatakan terkait zakat, hasil survei menyebutkan bahwa sebesar 92,64 persen responden menyalurkan zakat dengan menitipkan kepada Baznas/Lembaga Amal dan Zakat (LAZ).

Kemudian, Seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, sebanyak 91,28 persen responden juga setuju jika zakat, infak, sedekah (ZIS) didayagunakan untuk masyarakat terdampak pandemi.

Sebanyak 94,18 persen responden mengaku akan ikut Shalat Ied di masjid atau lapangan.

Namun, Jika tidak terpecah/terbagi ke beberapa masjid, potensi kerumunan massa tidak dapat terhindarkan.

Terkait hal ini, Puslitbang Kemenag mengeluarkan rekomendasi yakni pelaksanaan Salat Idul Fitri sebaiknya di lapangan terbuka.

Jika tidak, di masjid ditambah lahan pekarangan/jalan) dan dengan penerapan prokes yang ketat, serta berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid dan Pemda setempat.

Dari survei tersebut, hanya 18,63 persen dari responden yang berencana akan mudi, sementara 78,36 persen responden tidak mudik tahun ini.

Sementara itu, jelas Akmal, silaturahmi via video call menjadi pilihan 85,54 persen responden untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Hal lainnya, sebanyak 88,6 persen responden  menyatakan beribadah di masjid dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Saat ke masjid, umumnya 88,6 persen responden mengaku menaati prokes.

Khusus responden laki-laki, sebanyak 93,93 persen melaksanakan Jumatan di masjid dengan prokes.

Menurut dia, hasil survei juga menunjukkan sebanyak 4,02 persen responden mengganti salat Jumat-nya dengan salat Dzuhur.

Sementara sebesar 0,08 persen mengaku ikut Salat Jumat secara online dan 62,59 persen responden memilih Salat Tarawih di rumah.

Survei ini dilakukan secara daring dengan metode penyebaran angket pada periode 26-30 April 2021.

Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling (non-inferensial) dengan jumlah responden 2.012 yang tersebar di 34 provinsi.

Sebanyak 48 persen responden berusia 26-55 tahun dan 34 persen usia 40-55 tahun dan umumnya pengguna media sosial. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved