Breaking News:

Kriminalitas

Utamakan Restorative Justice, Sengketa Fikasa Group Berujung Damai, Korban Cabut Laporan Polisi

Utamakan Restorative Justice, Sengketa Fikasa Group Berujung Damai, Korban Cabut Laporan Polisi dan Minta Maaf. Berikut Selengkapnya

Istimewa
Advokat LQ Indonesia Lawfirm di Mapolda Metro Jaya 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Proses pelaporan dugaan adanya tuduhan yang menyeret Fikasa Group telah usai.

Hal itu dikatakan Advokat Hamdani, SH kepada wartawan paska dicabutnya Laporan Kepolisian di Polda Metro Jaya pekan lalu.

Hamdani yang mewakili LQ Indonesia lawfirm sebagai kuasa hukum para korban bisnis investasi Fikasa Group telah meminta maaf atas pelaporannya pada bulan Juli 2020 lalu.

"Awalnya kami kesal kepada Fikasa Group, PT WBN dan TGP yang karena emosi dan berpikiran pendek sehingga melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya tahun lalu," ungkap Hamdani.

Ia menjelaskan kekeliruan itu telah menyadari para kliennya untuk berembuk dan mengakhiri permasalahan dengan mencabut Laporan polisi di Polda Metro Jaya.

"Ini kekeliruan karena miss komunikasi saja. Setelah kami proses ternyata Direksi dan owner Fikasa Group menanggapinya dengan bijak dan dapat diselesaikan dengan baik," jelasnya.

Baca juga: Kisah Anak Durhaka, Dorong Ibunya Hingga Jatuh Terduduk, Anak Perempuan: Makanya Aku Dibolehin Main!

Sebagai Advokat yang memiliki prestasi gemilang, ia memahami kekeliruan para kliennya, terlebih Indonesia dalam kasus pandemi Corona (Covid-19), sehingga dapat dipahami kemunduran dan gagal bayar di seluruh sektor keuangan.

"Sudah clear yaa, dan tidak ada sengketa lagi antara klien-klien kami dengan Fikasa Group," ucap Hamdani.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Ahmed Zaki Iskandar Sidak Pasar di Kabupaten Tangerang

Sementara Alvin Lim selaku Founder LQ Indonesia menegaskan pihaknya harus mengedepankan Restorative Justice, apalagi ternyata Direksi dan owner Fikasa bukan hanya memiliki itikat baik namun benar dalam posisi terdampak Corona.

"Jadi klien-klien kami memahami bahwa harus memberikan kesempatan Fikasa Group untuk maju dan bisa berkembang untuk menghasilkan omset kembali. "Ulasnya.

Baca juga: Gus Miftah Masuk Gereja Picu Polemik, Ketua MUI Pusat Paparkan Hukumnya

Mendorong hal itu, Alvin Lim sebagai founder LQ Indonesia tergerak untuk mendampingi kemauan mayoritas kliennya mencabut Laporan Kepolisian yang menjerat Fikasa Group.

"Sebagai lawyer tentunya tidak boleh memperkeruh situasi, justru harus membantu mencari solusi. Jika Klien sadar akan kesalahan dan meminta agar Lawyer cabut Laporan Polisi maka Lawyer akan jalani sesuai kemauan klien, "ujar Alvin.

Dengan demikian tuntas sudah perkara Fikasa Group di Polda Metro Jaya.

Segala bentuk laporan dan BAP telah dicabut pelapor di Kriminal Khusus (Krimsus) PMJ dan untuk selanjutnya dilakukan gelar oleh penyidik guna menghentian perkara (SP3) dan pemulihan nama baik Fikasa Group.

”Kami mengucapkan banyak terima kasih atas profesionalitas dari pihak kepolisian khususnya Subdit Fismondev Polda Metro Jaya (PMJ). Kami melihat dalam persoalan ini, penegakan hukum yang diterapkan mengedepankan Asas Mufakat, sehingga masyarakat terpenuhi rasa berkeadilannya, ”ungkap Alvin.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dwi Rizki
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved