Breaking News:

Berita Jakarta

Miliki Waktu Luang Jadi Alasan Anak Buah Anies Enggan Ikuti Seleksi Jabatan Eselon 2

Miliki Waktu Luang Jadi Alasan Anak Buah Anies Enggan Ikuti Seleksi Jabatan Eselon 2. Berikut Selengkapnya

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan 239 ASN di lapangan Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (10/5/2021). Mereka dikumpulkan karena ogah mengikuti Instruksi Sekda DKI Jakarta soal seleksi terbuka JPT pratama atau jabatan eselon 2 di Pemprov DKI. 

WARTAKOTALIVE.COK, GAMBIR - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta menyatakan, sebetulnya 239 aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov DKI memiliki waktu luang untuk mengikuti seleksi terbuka JPT pratama atau eselon 2.

Namun anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu, justru mengabaikan perintah Anies yang disampaikan melalui Instruksi Sekda DKI soal seleksi terbuka JPT pratama atau eselon 2.

Kepala BKD DKI Jakarta Maria Qibtyah mengatakan, Sekda DKI Jakarta Marullah Matali telah menerbitkan instruksi Nomor 43 tahun 2021 tanggal 10 April lalu mengenai seleksi terbuka JPT pratama.

Namun dari instruksi itu, hanya beberapa yang mendaftar sementara 239 ASN lainnya memilih mengacuhkan perintah tersebut.

“Pengumuman dibuka 10 April dan (ditutup) 2 minggu kemudian. Artinya 12 hari kerja (dibuka), jadi sebetulnya waktu rentang yang lama kan untuk mereka menyiapkan dokumen dengan membuka websitenya jadi waktu pendaftarannya cukup,” kata Maria pada Senin (10/5/2021).

Baca juga: Seringkali Kritisi Jokowi, Ini Postingan Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal Dunia

Maria mengatakan, ada 17 jabatan eselon 2 yang dilelang Pemprov DKI. Namun dari sekian ASN yang memenuhi persyaratan, sebanyak 239 ASN memilih tidak ikut mendaftar lelang jabatan itu, sementara beberapa sudah ada yang mendaftar dan dokumen telah diperiksa.

“Ini yang sudah berproses mereka-mereka yang sudah mendaftar. Jadi, mendaftarpun ada yang tidak memenuhi daftar (dokumen persyaratan), tapi paling tidak mereka sudah mendaftar,” lanjutnya.

Baca juga: Kisah Anak Durhaka, Dorong Ibunya Hingga Jatuh Terduduk, Anak Perempuan: Makanya Aku Dibolehin Main!

Selain itu, kata dia, para pendaftar itu juga ada yang memilih jabatan yang dituju tidak sesuai dengan pengalaman kerja.

“Jadi artinya yang pertama ada daftar dulu nanti panitia seleksi yang akan menentukan mereka. Nah kalau 239 ini, mereka sama sekali tidak mendaftar karena instruksi namanya wajib dijalankan,” jelas Maria.

Anies Kesal 

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved