Breaking News:

Larangan Mudik

Ditlantas Polda Metro Jaya Putar Balik 13.101 Kendaraan Akibat Larangan Mudik selama Empat Hari

Selama empat hari penerapan larangan mudik, Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada sebanyak 13.101 kendaraan yang diputar balik.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Budi Malau
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan ada 13.101 kendaraan yang diputar balik itu, karena mencoba melanggar larangan mudik. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selama empat hari penerapan larangan mudik, mulai 6 sampai 9 Mei 2021, Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada sebanyak 13.101 kendaraan pemudik yang berhasil diputar balik kembali ke arah Jakarta.

Ribuan kendaraan itu diputar balik dari sejumlah titik penyekatan baik di jalan tol, jalan arteri dan jalur tikus.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan dari 13.101 kendaraan yang diputar balik itu, rinciannya sebanyak 7.525 adalah sepeda motor, lalu 4.510 adalah mobil pribadi, 887 adalah mobil angkutan penumpang, dan 179 adalah kendaraan angkutan barang.

"Dari data ini, sepeda motor paling banyak jumlahnya mencapai 7.525 unit, kemudian kendaraan roda empat pribadi 4.510 mobil," kata Sambodo, Senin (10/5/2021).

Baca juga: ASDP Catat Kenaikan Angkutan Logistik Selama Larangan Mudik Idul Fitri

Baca juga: Hingga Hari Keempat Larangan Mudik, KAI Berangkatkan 5.000 Penumpang Perjalanan Khusus dari Jakarta

Ia menjelaskan, untuk mobil pribadi, angkutan penumpang dan barang yang diputar balik, karena mereka mengangkut pemudik tanpa syarat dokumen perjalanan yang diperlukan sesuai peraturan pemerintah.

Sebelumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan bahwa operasi penyekatan pemudik ini adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan aparatnya di lapangan.

"Meski ini sesuatu yang tidak mudah, namun ini yang terbaik untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kita semua harus berpartisipasi bersama-sama untuk menahan diri, agar pandemi Covid-19 bisa cepat selesai," katanya.

Fadil menjelaskan pelarangan mudik yang diterapkan pemerintah adalah jalan terbaik, agar penularan Covid-19 bisa ditekan bahkan diputus mata rantainya. 

"Jadi kami mengimbau masyarakat, untuk Lebaran kali ini kita tidak usah mudik dulu. Yok kita di Jakarta aje dulu. Karena tentunya kita tak mau terpapar Covid-19, apalagi membawa virus ini ke kampung halaman," kata Fadil.

Baca juga: Jalur Pantura yang Biasa Dilintasi Sepeda Motor Lengang di Siang Hari Akibat Larangan Mudik

Baca juga: Pembuat Video Ajak Lawan Larangan Mudik Bekas Wakil Ketua FPI Aceh, Kini Jadi Tersangka dan Ditahan

Dengan tidak mudik, kata Fadil, masyarakat sebenarnya sudah berbuat yang terbaik membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved