Breaking News:

Polisi Ingatkan Masyarakat untuk Tidak Berkerumun Saat Malam Takbiran

segala bentuk kerumunan di larangan, segala bentuk kerumunan di larang. Rawan dalam ketegori terkontaminasi Covid-19 artinya merupakan pelanggaran

Warta Kota/Joko Suprianto
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi meminta masyarakat untuk mematuhi larangan berkerumun saat malam takbiran. Sebab hal tersebut potensial penyebaran virus corna. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengingatkan masyarakat untuk tidak berkerumuan saat malam takbiran menjelang hari raya Idul Fitri nanti, hal ini karena masih dalam situasi pandemi.

Menurut dia malam takbiran kerap kali menjadi tempat masyarakat untuk berkumpul. Sehingga tentu ini hari menjadi perhatian bersama. Ia menegaskan bahwa bentuk kerumunan merupakan sesuatu pelanggaran.

Selain itu pihaknya meminta turut serta dalam penanganan penyebaran Covid-19. Menurutnya, meski sudah ada program vaksinasi, peran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) menjadi hal penting.

“Sekali lagi, segala bentuk kerumunan di larangan, segala bentuk kerumunan di larang. Rawan dalam ketegori terkontaminasi Covid-19 artinya merupakan pelanggaran hukum,” kata Hengki, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Viral Gambar Pesawat F-16 di Poster Pendaftaran Akmil TPN-OPM, Warganet: Beli Celana Dalam Aja Susah

Baca juga: Kisah Alfath Faathier Bek Persija Jakarta yang Pisah dari Ratu Rizky Nabila Diduga Karena KDRT

Saat ini, Polres Metro Jakarta Pusat tetap mengutamakan tindakan preentif dalam pencegahan kerumunan malam takbiran dengan memasang beberapa spanduk sebagai bentuk informasi kepada masyarakat.

Terlepas dari itu tindakan preventif juga dilakukan dengan melakukan kegiatan rutin pengawasan seperti melakukan razia protokol kesehatan. Hanya saja semua itu tidak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kesadaran dari masyarakat akan menjaga protokol kesehatan.

“Secara preventif kami juga Polres Jakarta Pusat melakukan razia protokol kesehatan dan sebagainya. Namun kami tindak utamanya yaitu kesadaran masyarakat dalam hal protokol kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Hengki mengatakan pada fase pandemi Covid-19, menempatkan orang lain dalam jumlah banyak berpotensi terjadinya penularan Covid-19 dan tentu hal ini merupakan tindak pidana. Untuk itu pihaknya siap untuk melakukan tindak tegas apabila ada terjadi pelanggaran.

“Jadi di fase pandemi ini ada hal yang spesifik, menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya merupakan tindak pidana. Semua apapun itu termasuk demo melanggar prokes kita bubarkan,” ucapnya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Agus Himawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved