Lebaran 2021

H-5 Lebaran, Trafik Angkutan Logistik di Merak-Bakauheni Meningkat 24 Persen

Kenaikan trafik ini dikarenakan pergerakan angkutan logistik yang diberi kebebasan penuh dan tidak ada pembatasan truk yang melintas di jalan tol.

Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Gopis Simatupang
ILUSTRASI Suasana antrean kendaraan menuju kapal di Pelabuhan Merak, Banten. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat adanya peningkatan trafik truk logistik dari Jawa ke Sumatera pada H-5 Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, trafik truk logistik khususnya di Merak-Bakauheni sejak 28 April 2021 hingga 8 Mei 2021 mengalami peningkatan sebesar 24 persen.

"Jumlah truk logistik yang menggunakan layanan penyeberangan dari Jawa ke Sumatera mencapai 31.271 unit atau naik 24 persen dibandingkan 2020 yang hanya 25.299 unit," ujar Ira dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Dijaga Ketat di Darat, Pemudik Gunakan Jasa Kapal Nelayan, Kapal Coba Kabur saat Dicegat Petugas

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Fitri, Masih Marak Warga yang Nekat Mudik Lebaran, Dirjen Hubdat: Putar Balik!

Selain itu Ira juga mengungkapkan, kenaikan trafik ini dikarenakan pergerakan angkutan logistik yang diberi kebebasan penuh dan tidak ada pembatasan truk yang melintas di jalan tol.

Ira juga menjelaskan, untuk layanan angkutan truk logistik di pelabuhan penyeberangan ASDP tetap berjalan normal khususnya untuk pendistribusian bahan pokok dan logistik lainnya.

Kemudian menurut Ira, sejak awal pandemi Covid-19 ASDP dengan konsisten tetap melayani angkutan barang. Selain itu juga layanan bagi penumpang kriteria khusus yang dikecualikan dalam larangan mudik ini tetap berjalan.

Baca juga: Penjelasan Pihak FBR usai Markasnya di Pejaten Diserang hingga Bentrok dengan Anggota Ormas Forkabi

"Dalam rangka pengendalian transportasi selama masa angkutan lebaran kami telah melakukan kerjasama dan koordinasi yang baik dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan dan seluruh stakeholder agar kebijakan pelarangan mudik ini dapat berjalan efektif," kata Ira.

Kebijakan ini, lanjut Ira, tentunya dengan pesan top leader bahwa upaya pengendalian transportasi serta meminimalisir pergerakan masyarakat untuk mudik, harus dilakukan secara tegas dan manusiawi. 

Larangan Mudik

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan kebijakan larangan mudik untuk wilayah aglomerasi.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyebutkan, peniadaan larangan mudik lokal atau antar wilayah aglomerasi ini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Meski ada kebijakan larangan mudik lokal, lanjut Adita, layanan transportasi tetap berjalan dan tidak ada penyekatan yang dilakukan oleh petugas.

"Layanan transportasi antar wilayah aglomerasi ini tetap berjalan, untuk kepentingan aktivitas esensial seperti logistik, konstruksi, perhotelan dan pelayanan dasar," ujar Adita, Minggu (9/5/2021).

Baca juga: Setuju Larangan Mudik Lebaran di Aglomerasi Jabodetabek, Anies Baswedan: Ini Soal Keselamatan

Baca juga: Satgas Covid-19: Semua Jenis Mudik Dilarang Termasuk Lintas Provinsi maupun Wilayah Aglomerasi

Selain itu transportasi darat seperti kereta api, ungkap Adita, masih akan beroperasi untuk melayani masyarakat yang masih melakukan aktivitas bekerja.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved