Breaking News:

Viral Video Penyekatan Pemudik Pakai Tank Baja, Polsek Cileungsi Pastikan Itu Hoaks

Polsek Cileungsi memastikan video viral penyekatan pemudik dengan tank baja adalah berita hoaks.

Penulis: Hironimus Rama
Editor: Max Agung Pribadi
Twitter@KodamJaya6
Tank Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih Kodam Jaya melakukan latihan taktis. Kapendam Jaya mengklarifikasi video viral yang menuding TNI menurunkan tank untuk menyekat pemudik di perbatasan Bekasi-Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Pemerintah sedang melakukan penyekatan di jalur-jalur mudik di seluruh Tanah Air.

Penyekatan ini dilakukan untuk menghadang warga yang nekat mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 pada 13-14 Mei 2021.

Kebijakan larangan mudik dikeluarkan dalam rangka menekan penularan Covid-19 yang masih mengancam.

Baca juga: Pemkot Tangsel Tetapkan Tujuh Titik Penyekatan selama Larangan Mudik Idul Fitri 2021

Ditengah ramainya pemberitaan larangan mudik ini, sebuah video viral muncul di media sosial.

Video viral ini memperlihatkan sejumlah tank baja dikerahkan untuk melakukan penyekatan larangan mudik di wilayah perbatasan Bogor - Bekasi, tepatnya di Cileungsi, pada Kamis (6/5/2021).

Polsek Cileungsi lalu bergerak cepat melakukan penyelidikan atas viralnya video tersebut.

Polsek Cileungsi memastikan video viral penyekatan pemudik dengan tank baja adalah berita hoaks.
Polsek Cileungsi memastikan video viral penyekatan pemudik dengan tank baja adalah berita hoaks. (istimewa)

"Setelah dilakukan konfirmasi dengan Yon Armed VII, video tersebut ternyata hoax," kata Kapolsek Cileungsi Andri Alam, Sabtu (8/5/2021).

Faktanya, lanjut dia, rangakaian tank milik TNI Armed VII Cikiwul ini sedang menunggu rangkaian lain di tepi jalan yang akan melaksanakan latihan.

Baca juga: Ratusan Pemudik Lolos Penyekatan di Karawang, Polisi Akui Jumlah Personel Tak Sebanding

Pembuat video viral, FR (35  tahun), meminta maaf atas video yang sempat menghebohkan media sosial tersebut.

" Dia meminga maaf kepada seluruh masyarakat, pihak TNI Armed VII dan pihak Kepolisian atas apa yang dilakukannya," ungkapnya.

Andri berharap peristiwa ini menjadi sebuah pembelajaran bagi semua orang dalam memberikan informasi kepada orang lain.

Baca juga: Pemudik Tak Bisa ke Karawang, 197 Kendaraan Diputarbalik di Posko Penyekatan Kedungwaringin 

"Saya menghimbau masyarakat agar saat menyebarkan informasi melalui media sosial haruslah didasarikan pada fakta yang benar," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved