Breaking News:

Virus Corona

Menkes Budi Gunadi Nilai Vaksinasi Covid-19 Bisa Tekan Meledaknya Biaya Kesehatan

Vaksinasi bisa menekan biaya kesehatan yang bisa meledak karena harus mendapatkan perawatan dan pengobatan intensif akibat gejala yang ditimbulkan.

Biro Pers Setpres/Kris
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberi penjelasan hasil rapat yang membahas penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Program vaksinasi nasional hingga kini terus berjalan meski di bulan puasa Ramadan.

Bahkan, pemerintah juga masih mendatangkan vaksin Covid-19 dari luar negeri, sambil menunggu vaksin produksi dalam negeri.

Karena menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai, vaksinasi bisa menekan biaya kesehatan yang bisa saja meledak karena harus mendapatkan perawatan dan pengobatan intensif akibat gejala yang ditimbulkan dari suatu virus.

"Saya sangat mendukung program vaksinasi sebagai salah satu program utama di sektor promotif dan preventif, di luar program lainnya seperti skrining atau gerakan masyarakat menjaga hidup sehat," ujar Menkes dalam webinar Pekan Imunisasi Dunia yang dipantau dari Jakarta, Sabtu (8/5/2021).

Menurutnya, biaya kesehatan di dunia terus tumbuh lebih besar daripada pertumbuhan ekonominya. Hal itu terjadi karena banyak biaya kesehatan yang dialokasikan untuk sektor kuratif (pengobatan).

Sementara data-data yang ada di Kemenkes, lebih dari 80 persen anggaran dialokasikan ke sektor kuratif dan BPJS Kesehatan termasuk di dalamnya.

Ia mencontohkan dalam perawatan pasien Covid-19, masyarakat yang dirawat dan diberikan obat-obatan bisa menghabiskan biaya jutaan bahkan ratusan juta bagi mereka yang masuk kategori bergejala berat.

Baca juga: Vaksinasi Gotong Royong Bakal Dimulai 17 Mei 2021, Herd Immunity Diharapkan Bisa Segera Tercapai

Baca juga: Wakil Komisi E Desak Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Covid19 Terutama di Pemukiman Kumuh

Sementara apabila dari awal dilakukan langkah promotif dan preventif, biaya yang dikeluarkan tidak akan sebesar itu.

Gerakan masyarakat lain yang masuk kategori promotif dan preventif seperti kebiasaan hidup sehat, dinilai akan mampu menekan biaya kesehatan di sektor kuratif.

"Untuk preventif kita alokasikan untuk membeli vitamin C, vitamin B, masker, atau alat olahraga. Saya rasa tidak sampai satu juta sebulan kita habiskan untuk alokasi biaya kalau kita fokusnya ke preventif dalam menghadapi Covid-19," kata dia.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved