Breaking News:

Larangan Mudik

Ketua Umum HIPPI DKI Jakarta Sebut Larangan Mudik Lebaran Berpotensi Gairahkan Ekonomi Jabodetabek

Peniadaan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H mulai 6-17 Mei 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19, berpotensi menggairahkan ekonomi di Jabodetabek.

istimewa
Ketua HIPPI DKI Sarman Simanjorang, menyatakan peniadaan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H mulai 6-17 Mei 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19, berpotensi menggairahkan perekenomian di DKI Jakarta dan sekitarnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peniadaan mudik lebaran Idul Fitri 1442 H mulai 6-17 Mei 2021 untuk mencegah penyebaran Covid-19, berpotensi menggairahkan ekonomi di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Hal ini disebabkan karena kondisi ekonomi yang mulai membaik dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021, meski masih terkontraksi -0,74 persen.

"Namun, ini sudah mengalami peningkatan dibanding dengan kuartal IV-2020 sebesar -2,19 persen," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, Sabtu (8/5/2021.

Sarman mengatakan, perekonomian Jakarta akan naik karena adanya peningkatan jumlah perusahaan yang membayar tunjangan hari raya (THR) dan cairnya THR untuk ASN, TNI-Polri serta pensiunan.

Baca juga: 85 WNA Tiongkok Masuk Indonesia saat Larangan Mudik, Begini Penjelasan Komisi III DPR RI

Baca juga: Larangan Mudik Cegah Covid-19, Menhub: Kasus Corona di Negara Tetangga Lebih Parah dari Indonesia

Biasanya uang ini akan mengalir ke daerah tujuan mudik, namun karena larangan mudik yang sangat ketat, maka uang tersebut berpotensi akan beredar di Jakarta dan sekitarnya.

"Warga Jakarta yang tidak pulang kampung akan ramai mengunjungi mal, hotel, restoran, kafe, pusat hiburan/wisata seperti Ancol, TMII, Kebun Binatang Ragunan dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, di sana akan terjadi transaksi ekonomi yang signifikan, sehingga dapat mengairahkan perekonomian Jakarta dan sekitarnya.

Setiap tahun biasanya ada sekitar tujuh jutaan atau setara 2,5 juta keluarga warga Jabodetabek mudik ke kampung halaman, dan mengalirkan uang ke daerah mencapai Rp 10 triliun.

Namun, tahun ini keluarga di kampung hanya menerima kiriman uang lebaran karena adanya larangan mudik.

Untuk mengisi liburan Idul Fitri tahun ini, warga Jabodetabek akan mengunjungi berbagai tempat santai bersama keluarga, dan diperkirakan akan terjadi perputaran uang sebesar Rp 1,25 triliun dengan asumsi per keluarga membelanjakan paling sedikit Rp 500.000 selama liburan Idul Fitri 1442 H.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved