Breaking News:

Prakiraan Cuaca

H-4 Idul Fitri 1442 Hijriah, BMKG: Sejumlah Provinsi Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

BMKG mengeluarkan peringatan dini perihal potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Banu Adikara
Hari Sabtu (8/5/2021) BMKG mengeluarkan peringatan dini perihal potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia. Foto ilustrasi: Suasana hujan lebat di pintu Tol Meruya, Kamis (14/5) siang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kondisi cuaca pada H-4 hari raya Idul Fitri 1442 Hijiriah di sejumlah provinsi di Indonesia diwarnai hujan lebat disertai angin kencang.

Hari ini,  Sabtu (8/5/2021), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini perihal potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Dalam peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang seperti di Aceh, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat.

Video: Gerbang Tol Palimanan Cirebon Dijaga Ketat

Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Riau.

Lalu Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Khusus di wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur pada siang dan sore hari.

Baca juga: BMKG: Waspada, Hujan Lebat Disertai Kilat Diprakirakan Terjadi di Beberapa Wilayah di Jakarta

Baca juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Kamis 29 April 2021, BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir di DKI Jakarta

Sementara di Jawa Barat potensi hujan disertai petir dan angin kencang hampir merata di kab/kota seperti di Bekasi, Depok, Ciamis, Kota Bogor, Pangandaran, Purwakarta, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, Kuningan.

Kemudian Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Banjar, Majalengka, dan wilayah Bandung Raya.

BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi yakni 2,5-4 meter di Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Pulau Enggano - Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan dan Barat, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai - Lampung, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Sumbawa.

Baca juga: UPDATE Prakiraan Cuaca Rabu 28 April, BMKG: Hujan Disertai Petir Terjadi di Tiga Wilayah DKI

BMKG mengimbau untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, yakni pada perahu nelayan, kapal tongkang, kapal Ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

Bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, diimbau untuk tetap selalu waspada.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, lembaganya hingga kini masih menghadapi tantangan terkait upaya penyebaran informasi peringatan dini agar masyarakat lebih waspada.

Dwikorita mengatakan peringatan dini yang dikeluarkan pihaknya tidak selalu menarik maupun mendapat perhatian masyarakat, contohnya saat mengeluarkan peringatan dini dampak Siklon Tropis Seroja.

Baca juga: Lurah Sunter Agung: SIKM Tertolak Jika Pemohon Tak Unggah Dokumen Persyaratan Asli di JakEvo

"Ada pakar sosial media yang menganalisis saat peringatan dini dikeluarkan, menjadi tren yang naik. Tapi kemudian kalah dengan trendingnya yang lain jadi peringatan dini dianggap tidak menarik," kata Dwikorita. (Antaranews)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved