Breaking News:

Investasi Bodong

Bareskrim Lacak Asset Mewah Tersangka pada Kasus Investasi Bodong Uang Kripto dari EDCCash

Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus investasi bodong berkedok mata uang kripto dari EDCCash.

Bareskrim Lacak Asset Mewah Tersangka pada Kasus Investasi Bodong Uang Kripto dari EDCCash
Warta Kota/Budi Malau
Jumpa pers pengungkapan kasus investasi bodong berkedok mata uang kripto di Mabes Polri, dengan korban sedikitnya 57.000 orang. Jumpa pers dipimpin Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rusdi Hartono, Kamis (22/4/21) lalu.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus investasi bodong berkedok mata uang kripto dari E-Dinar Coin Cash atau EDCCash.

Terutama dengan melacak dan menyita seluruh aset lain, milik para tersangka yang tersisa.

Dalam kasus ini polisi sudah menetapkan enam tersangka, termasuk CEO EDCCash, Abdulrahman Yusuf.

Sementara lima tersangka lain yang merupakan petinggi EDCCash adalah S, JBA, ED, AWH, dan MRS.

Baca juga: Mengenal Blockchain, Apa dan Fungsinya dalam Transaksi Mata Uang Kripto?

Baca juga: Mata Uang Kripto Dinilai Bisa Anjlok Lebih Dalam Lagi jika Ditolak Banyak Negara

Disinyalir sejumlah aset tersangka, hasil dari penipuan yang dilakukan, masih tersimpan dalam bentuk barang mewah lain di sejumlah tempat.

Sebab polisi memperkirakan korban kasus ini sangat banyak yakni sedikitnya 57.000 orang nasabah.

Di mana total kerugian dari seluruh korban, atau keuntungan yang sudah diraup para pelaku selama 3 tahun beroperasi, sekitar Rp 500 Miliar.

Kanit I Subdit V Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Kompol H Samian, memastikan pihaknya akan melacak semua aset lain para tersangka kasus EDCCash ini, hingga tuntas.

"Sebelumnya kami sudah sita beberapa aset tersangka yakni 21 kendaraan roda empat, 5 sepeda motor dan sejumlah mata uang asing serta barang lainnya," kata Samian, Sabtu (8/5/2021).

Selain itu disita pula surat rumah, surat tanah, uang cash Rp 3,3 miliar, uang pecahan euro dengan total 6,20 juta euro.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved