Breaking News:

Larangan Mudik

Pemkot Bekasi Masih Membahas Aturan Teknis Larangan Mudik Lokal di Wilayah Jabodetabek

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi masih membahas aturan teknis mengenai larangan mudik lokal di kawasan aglomerasi atau seputar Jabodetabek.

WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan pihaknya masih membahas aturan teknis mengenai pelarangan mudik lokal di wilayah aglomerasi Jabodetabek. 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Selatan -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan telah mengetahui adanya kebijakan mengenai larangan mudik lokal termasuk di kawasan aglomerasi Jabodetabek.

Menanggapi hal tersebut, Rahmat menjelaskan Pemkot Bekasi bakal mengikuti instruksi pemerintah dalam rangka menekan angka penularan Covid-19.

"Kalau larangan aglomerasi itu dari pusat, tentunya pemda mengikuti ya, sekarang kalau mau ngumpulin semua, karena kan enggak cuma pemda saja, termasuk dengan kepolisian," kata Rahmat saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Mudik di Dalam Wilayah Aglomerasi Dilarang, Satgas Covid-19: Pemerintah Melarang Apapun Bentuk Mudik

Namun demikian, Rahmat mengatakan belum menyusun teknik pelaksanaan lantaran informasi tersebut baru saja diterimanya pada Kamis (6/5/2021) kemarin.

Penyekatan di kawasan perbatasan sebelumnya juga pernah diterapkan oleh Pemkot Bekasi kala diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Terdapat 32 titik posko penyekatan yang didirikan di kawasan perbatasan untuk membatasi pergerakan masyarakat. Saat itu, masyarakat dari luar Jobodetabek diwajibkan mengantungi SIKM.

Baca juga: Larangan Mudik Lokal, Dishub DKI Melakukan Pengawasan Ketat, Anies: yang Boleh adalah Mudik Virtual

"Kalau mau diefektifkan, Kota Bekasi pas PSBB dulu kan ada 32 titik penyekatan. Minimal itu 32 titik. Itu yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, Bogor dan DKI, termasuk jalan tikusnya. Kalau saya terapkan itu, berarti semua ketutup," ucapnya.

Rahmat masih akan membahas kebijakan larangan mudik lokal dengan kepolisian dan TNI agar bisa bersinergi saat penerapan di lapangan.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan bahwa mudik tetap dilarang sepanjang tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 meski di daerah aglomerasi.

Baca juga: Larang Warga Mudik Lokal Saat Lebaran, Kadishub DKI: Mari Sayangi Keluarga, Tetap Berada di Rumah

Hal itu dikatakannta untuk menyamakan persepsi masyarakat perihal daerah aglomerasi. Seperti diketahui ada anggapan kalau mudik di wilayah aglomerasi adalah dibolehkan.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved