Breaking News:

Virus Corona

Jangan Lupakan Edukasi Perilaku hidup Bersih dan Sehat saat Pandemi Covid-19

Program pemberian makan siang atau School Lunch Program/SLP dilaksanakan oleh PT Ajinomoto  Indonesia bersama IPB.

Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Program pemberian makan siang atau School Lunch Program/SLP yang dilaksanakan oleh PT Ajinomoto Indonesia bersama IPB. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Saat pandemi Covid-19, kampanye 3M lalu 5M sangat populer untuk mencegah penyebaran penyakit yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.

Sehingga seolah 'menenggelamkan' kampanye kesehatan yang sudah lama ada. Salah satunya PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat.

Kampanye 3M merupakan ajakan untuk menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

Selanjutnya ditambah 2M lagi sehingga menjadi 5M, yakni menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.

Baca juga: Angka Literasi Naik Pesat, Anies Baswedan Akan Wujudkan Jakarta Jadi Kota Buku Dunia

Baca juga: Momentum Hari Asma Internasional, Siloam Hospitals Surabaya Edukasi Terapi Asma Saat Pandemi

Sedangkan contoh PHBS di sekolah diantaranya mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi jajanan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, membuang sampah pada tempatnya.

Dosen Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB, Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi mengatakan, edukasi tentang PHBS sangat penting untuk diberikan kepada anak-anak. Baik  saat pandemi Covid-19 dan setelah pandemi usai.

 Penting bagi seluruh anak di Indonesia untuk dapat memperoleh metode pembelajaran yang efektif tanpa takut ancaman kesehatan di sekitarnya. 

"Dengan penanganan pandemi Covid-19 yang belum stabil, mau tidak mau kita harus bantu berikan support sistem untuk anak-anak kita. Nah, kita mewujudkannya melalui pemberian SLP ini," ucap Hustina dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com, Kamis (6/5/2021).

Program pemberian makan siang atau School Lunch Program/SLP dilaksanakan oleh
PT Ajinomoto  Indonesia bersama IPB.

Baca juga: Bantuan Psikologis Kerap Terlupakan, Satkaara Cetuskan Program Edukasi Trauma Healing Pasca Bencana

Hustina menjelaskan,  PHBS sangat erat kaitannya dengan pendidikan gizi seimbang yang telah dilaksanakan di pesantren penerima program SLP. Program ini berhasil menurunkan prevalensi anemia dan memperbaiki status gizi, dan meningkatkan daya konsentrasi dan daya ingat anak-anak.

“Salah satu aspek yang juga kami perhatikan dalam SLP adalah keberlanjutan. Saat ini kami sedang mengembangkan ide untuk menyebarkan SLP ke lebih banyak pesantren dan sekolah, sehingga diharapkan dampak positif dari program ini dapat dirasakan oleh mereka," katanya.

Baca juga: Tips Diet Sehat dan Aman ala Selebgram Cantik Dokter Reza Gladys

"Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penanggulangan masalah gizi di Indonesia dengan melakukan sosialisasi SLP ke pesantren dan sekolah bersama IPB.” ujar Katarina Larasati, Public Relations Manager - PT Ajinomoto Indonesia. (*/Lis)

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved